We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Seuntai Benang

Seuntai Benang

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 22, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Ini hanya cerita sederhana, yang mungkin akan membosankan. Tapi mari kita lihat perjuangan salah satu tokoh untuk bisa bertahan di gempuran dunia yang sangat kejam. Kupikir dengan cara ku pergi merantau ke kota mampu membantu keluarga untuk menyekolahkan adik-adik, tapi sangat di sayangkan suatu tragedi di malam itu membuat dunia ku hancur. Sesuatu yang telah ku jaga selama ku bisa terenggut oleh orang bajingan yang tak punya hati. Semua kesengsaraan dimulai pada saat si bajingan mengikat ku kedunia nya, bahkan untuk sekedar memejamkan mata saja rasa nya sulit. Apakah aku tak pantas untuk hidup?. Ketika ku sudah bisa menerima kenyataan yang telah terjadi, apa semua akan baik-baik saja?, Tidak. Adakah cara agar aku bisa keluar dari sangkar kematian ini. . . . . Hai, salam kenal para cendlon Semoga suka sama ceritanya yah. . No plagiat plagiat Maaf jika ada typo, dan sedikit kemiripan dari cerita yang lain, karena ini asli dari otak saya. TIDAK ADA UNSUR MENGCOPY TULISAN ATAU CERITA ORANG LAIN, murni dari otak saya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petrichor
  • its me {LENGKAP}
  • MY SWEET DUDA
  • Secangkir Teh
  • Different [END]
  • My Duchess / End
  • kiara's dream
  • Shattered Soul
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
Petrichor

Uang adalah sumber kebahagiaan, uang adalah segalanya. Bulshitt!! Aku tidak pernah meminta kedua orang tuaku untuk bekerja segila ini untuk bisa mewujudkan semua keinginanku. Cukup mereka selalu ada di sisiku saja itu sudah membuatku senang. Munafik jika aku tidak memerlukan uang mereka. Tapi bukan begini caranya. Apakah mereka lupa bahwa ada aku yang selalu menunggu mereka menghabiskan waktu bersamaku? Bahkan, pembantu di rumahku lebih cocok di panggil sebagai orang tua. Disaat orang lain menghabiskan hari liburnya dengan orang tua mereka, aku hanya bisa menampilkan senyum getir tanpa bisa merasakan kesenangan itu. Ini hanyalah wish yang sangat mudah untuk di wujudkan. Akan tetapi mengapa terasa sangat sulit bagi mereka untuk bisa mengabulkannya. Sikap mereka yang seperti itu tak ayal membuatku menjauhi mereka. Sebisa mungkin, tidak berinteraksi pada keduanya. Mungkin dengan cara ini mereka bisa mengerti. Berbagi cerita pada Bunda, di ratu kan oleh Ayah, menghabiskan waktu bersama keduanya. Aku harap semuanya akan terwujud. Teman, kekasih dan lainnya, bahkan belum bisa membantuku menutupi semua luka ini. Hingga..... Kejadian itu membuatku kembali merasakan apa itu sakit dan kehilangan. Benar, yang bisa membuatku tenang hanya..... Petrichor.... . . . . . Warning!!! Cerita ini murni atas pemikiran saya sendiri tanpa ada copy dari cerita lain. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau lainnya. Harap untuk tidak plagiat cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines