Sahasena
Dhaira Vidyadhari Sahasena, hidup dalam diam yang panjang.
Bukan karena ia tak mampu melawan, melainkan karena ia memilih untuk tidak terburu-buru.
Di antara bisikan, luka, dan perlakuan yang perlahan mengikis, ia tetap berdiri tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.
Sampai masa lalu yang ia kubur rapi... kembali mengetuk, membawa ingatan yang tidak pernah benar-benar pergi.
Dan saat semuanya mencoba menjatuhkannya lagi,
Dhaira tidak runtuh. Ia hanya berubah, menjadi lebih sunyi, lebih dingin.
Dia jarang bicara, ekspresinya datar, dan selalu menjaga jarak, seolah dunia di sekitarnya bukan tempat yang aman untuk terlalu dekat.
Tidak ada yang benar-benar mengenalnya.
Awalnya biasa saja.
Tapi perlahan jarak yang Dhaira jaga mulai retak, dan untuk pertama kalinya, dia mulai merasa tidak ingin sendirian.
Sayangnya, hidup Dhaira tidak sesederhana itu.
Karena saat perasaan mulai tumbuh, masa lalu yang belum selesai ikut kembali. Dan kali ini, bukan hanya hatinya yang dipertaruhkan.