Hukum Untuk Senja [Hiatus]

Hukum Untuk Senja [Hiatus]

  • WpView
    Reads 210
  • WpVote
    Votes 227
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 1, 2023
Mentari senjana Gadis kampung dengan segala cita cita nya, ia selalu berusaha keras agar apa yang ia ingin kan bisa ia dapat kan, namun apakah keberuntungan akan selalu memihak nya. Mentari adalah matahari yang indah dan bercahaya sinar nya merupakan semangat gadis itu untuk meraih segala nya, Senja. Semoga takdir nya seperti senja yang berakhir dengan sangat indah. Kesebatangkaraan terkadang selalu membuat nya sadar diri tapi ia percaya kata yang selalu ayah nya ucap kan untuk dirinya "ingat senja, tidak ada yang tidak mungkin". Yang ia punya mungkin hanya otak cerdas nya, dari segi ekonomi gadis itu bisa di bilang tidak cukup baik, ia bekerja dengan ayah nya di ladang saat hari Minggu cukup untuk makan dan kebutuhan rumah saja. Hidup dengan ayah nya membuat ia tumbuh menjadi wanita kuat, dan percaya diri. Bekal untuk ia menjemput mimpi. Seribu mimpi dan sejuta luka.
All Rights Reserved
#17
sinar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Berlian Kagastra
  • Fajar & Senja
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • Perihal Sandwich(End)
  • Senja Untuk Amara (TAMAT)
  • Langit itu Senja

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines