tirthayana

tirthayana

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 23, 2023
"𝙺𝚊𝚖𝚞, 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚒𝚜𝚝𝚎𝚛𝚒 𝚢𝚐 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚒 𝚍𝚒 𝙳𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚒𝚗𝚒." 𝙰𝚢𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚊𝚛𝚞𝚝𝚊𝚕𝚊. 𝙽𝚊𝚖𝚊 '𝙰𝚢𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚊𝚛𝚞𝚝𝚊𝚕𝚊' 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚜𝚊 𝚂𝚊𝚗𝚜𝚊𝚔𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚊𝚛𝚝𝚒: 𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖 𝙘𝙖𝙣𝙩𝙞𝙠 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙘𝙞𝙩𝙖 𝙘𝙞𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙞 𝙍𝙚𝙢𝙗𝙪𝙡𝙖𝙣. 𝚂𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚖𝚊 '𝙶𝚎𝚛𝚊𝚛𝚍𝚘 𝚝𝚒𝚛𝚝𝚑𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚞𝚍𝚛𝚊' 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚜𝚊 𝚌𝚊𝚖𝚙𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚒𝚝𝚊𝚕𝚢 & 𝚂𝚊𝚗𝚜𝚊𝚔𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚊𝚛𝚝𝚒: 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞 𝙡𝙖𝙮𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙞𝙧 𝙎𝙖𝙢𝙪𝙙𝙧𝙖. 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚒𝚛 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙, 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚒𝚛? 𝙰𝚒𝚛 𝚝𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚗𝚢𝚊. 𝙴𝚗𝚝𝚊𝚑 𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚊𝚍𝚊, 𝚊𝚝𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚝𝚒𝚊𝚍𝚊. 𝙰𝚒𝚛 𝚝𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚍𝚞𝚕𝚒𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊
All Rights Reserved
#1
sansakerta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARUNIKA: "Kanvas di Balik Samudra"
  • WAKTU Dan KITA
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • Sayap-sayap kertas (TERBIT)
  • AYANGNA
  • Nilasagara'h
  • FLOWER
  • 404 : Love Not Found
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School
  • Aksara Ayana[END]

Di atas kanvas langit yang tak pernah sepenuhnya biru, terbentang kisah seorang Taruna - Noaniel Aquino Navis Naviarta - yang melangkah dalam diam, menyimpan badai di dada dan samudra di tatapannya. Ia bukan pahlawan yang menghunus pedang di tengah sorak, melainkan penjaga sunyi yang menundukkan waktu dengan keteguhan langkah dan kesetiaan tanpa suara. "ARUNIKA: Kanvas di Balik Samudra" Kisah elegi tentang perjalanan batin seorang pelaut muda yang meniti lorong-lorong kedisiplinan dan kehormatan, sembari memikul rindu masa lalu yang tak pernah ia biarkan karam. Ketika satu undangan reuni melayang masuk - dengan nama lama yang terukir lembut: Aneira Aluna Primadisa Vireska - Noaniel dihadapkan pada dermaga kenangan, tempat di mana hati pernah singgah, dan rindu menggantung tanpa alamat. Dengan latar dunia keras Taruna, tawa getir di barak, dan malam-malam yang dihiasi doa sunyi, kisah ini mengalun bagaikan simfoni laut: "Tenang di permukaan, namun dalamnya menenggelamkan." Ia bukan sekadar cerita tentang cinta yang tertunda, melainkan tentang keberanian menyentuh kembali warna pertama yang pernah dilukiskan di kanvas hati - warna yang tidak pernah pudar meski badai kehidupan datang bergulung-gulung. Dalam arus waktu yang tak pernah menunggu, Noaniel menuliskan kisahnya bukan dengan tinta, melainkan dengan langkah. Bukan dengan kata, melainkan dengan keberanian menoleh ke belakang - untuk memahami bahwa kadang, yang kita cari di cakrawala jauh... justru telah lama berdiam di dalam dada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines