WE DEAD : The Survive Apocalypse

WE DEAD : The Survive Apocalypse

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 4, 2025
Ketika wabah misterius melanda seluruh dunia, dan menginfeksi juga mengubah manusia menjadi kawanan zombie. Seluruh pulau jawa Indonesia di ambang kehancuran dan pemerintah hanya memikirkan orang-orang penting saja, semua orang yang selamat berlindung mencari daerah yang masih dalam zona hijau, juga mencoba membuat kelompok untuk melawan zombie agresif pemakan daging, tetapi bukan zombie saja yang di lawan, melainkan sesama manusia juga saling bertarung untuk mendapatkan apa saja yang mereka inginkan. . . 𝙒𝘼𝙍𝙉𝙄𝙉𝙂!! 𝘽𝘼𝙃𝙒𝘼 𝘼𝙋𝘼 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝙎𝘼𝙔𝘼 𝙏𝙐𝙇𝙄𝙎 𝙄𝙏𝙐 𝙈𝙐𝙍𝙉𝙄 𝘿𝘼𝙍𝙄 𝙋𝙀𝙈𝙄𝙆𝙄𝙍𝘼𝙉 𝙎𝘼𝙔𝘼 𝙎𝙀𝙉𝘿𝙄𝙍𝙄 𝙅𝘼𝘿𝙄 𝙈𝙊𝙃𝙊𝙉 𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙉𝙔𝘼. ╰( •̀ε•́ ╰) 𝙙𝙖𝙣 𝙣𝙤 𝙘𝙤𝙥𝙮 𝙘𝙤𝙥𝙮 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙚. 𝙏𝙝𝙖𝙣𝙠 𝙮𝙤𝙪 𝙨𝙤 𝙢𝙪𝙘𝙝
All Rights Reserved
#15
wabah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon (Pending)
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • I Am In Novel?!!
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Male lead Antagonist
  • Murid Sialan
  • Sorry Mr. Husband (END)

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines