ARSENIO

ARSENIO

  • WpView
    Reads 7,231
  • WpVote
    Votes 670
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 2, 2023
WpInfo
Fanfic
" Gue terlalu ceroboh dalam mengambil keputusan sampai orang yg gue sayang pergi" * Razzan Fernando " Andai waktu bisa gue ulang kembali mungkin gue gak akan melontarkan bercandaan yang berlebihan dan berakibat apa yang gue gak mau kejadian itu akan terjadi" * Gavin Fernando* " Mungkin kalo gue gak mentingin soal percintaan yang tak ada ujungnya kita gak bakal kayak gini " *Edwin Fernando** "Kesalah pahaman itu yang harus gue tandai Karna itu gue yang selalu egois dan akibatnya sekarang gue nyesel " * Deryl Fernando* " Ya seenggaknya gue pergi dan kalian gak saling menyalahkan satu sama lain dan berakibat kita terpecah lagi " * Arsenio Fernando* " Seharusnya gue sadar bahwa gak selamanya gue bisa diam dengan semua sikap kalian dan sekarang gue menyesal di saat dia udah pergi" * Janson Fernando " Gue sadar gue bungsu di sini tapi kalian jangan terlalu khawatir Karna gak selamanya gue mau di khawatirin, ada orang yang berhak dapetin itu selain gue, dan gue gak mau kalian Pilih kasih " * Fano Fernando * ................. Cerita pertama author dan collab dengan @BellaNabila533490 Ini cuman cerita fiksi dan gak ada sangkut pautnya dengan kehidupan mereka Dan murni pikiran author
All Rights Reserved
#123
farhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Berharap Denganmu
  • New Life As Undead {REVISI}
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Different [END]
  • Let Me Love You Longer
  • Arabella:Can I Through This?[Completed]
  • My Bromance [18+] End
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • SHORT STORY || EXO

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines