Sheeva

Sheeva

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 12, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
kisah kehidupan, cinta, dunia pendewasaan ada disini. sheeva turkey alexander kalian bisa memanggilku va. aku asal turki dibesarkan di bandung. ya betul sekali aku blasteran. kalau kalian tanya apakah aku bisa bahasa indonesia? tentu jawabannya bisa, sunda pun bisa. aku memiliki adik yg tidak jauh dariku kami cuma beda 3 tahun saja. Tidak sengaja aku bertemu kembali dengan cinta pertamaku selama 21 tahun aku hidup, ia bernama vincent. Lelaki yang aku sukai sejak umur 16 tahun saat dimasa masa SMP. Pria yang ganteng, kaku, dan acuh dengan sekitarnya. Mungkin aku dan dia takdir? Atau?
All Rights Reserved
#8
masamasaindah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bayang Senja
  • Suami Satu Semester (SUDAH TERBIT)
  • Bandung, Aku, dan Cinta yang Tak Tuntas
  • MY CRUSH
  • Discovery Of Love (Completed)
  • Jodoh di tangan mama ✔
  • Write the story with you
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • Brian,cinta pertamaku

"Kadang, cinta tidak datang dengan dentuman besar. Ia muncul seperti senja-pelan, perlahan, tapi pasti...menyisakan rasa yang tlah lama tinggal" Bukan karena langgitnya yang mendung, atau gerimis yang membasahi jendela kelas. Tapi karena untuk pertama kalinya, kamu memanggil namaku bukan untuk basi-basi ataupun untuk sekedar bertegur sapa. Kamu memanggil namaku karena subuah proyek semasa SMA yang membuat kita saling berpasangan. Itu awalnya. Sederhana. Biasa saja. Tapi teryata, dari sanalah semuanya dimulai. Waktu berjalan, Kita lulus dan menuju jalan untuk menggapai mimpi masing-masing. Rasa itu pernah singgah dihati kita, lalu pergi lagi, lalu datang kembali dengan kisah yang berbeda. Tapi setiap langkah kita selalu berputar dan mengarah pada titik yang sama. Titik diaman kamu dan aku belajar bahwa : "jatuh cinta bukan soal janji-janji manis, tapi soal memilih untuk tetap tinggal, meski dunia menyuruh pergi." Dari sekian senja-senja yang bertahun-tahun kamu memanggil namaku bukan untuk proyek tapi untuk hidup bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines