Jangan lupa follow akun ku, ya
18+
-----
Hanya sebuah kisah sederhana dari seorang perempuan di masa - masa mudanya.
Perempuan yang bisa dikatakan aneh, memiliki hubungan percintaan yang juga tak kalah anehnya.
Perempuan yang ketika mabuk, berakhir berciuman dengan laki - laki yang tidak dikenalnya, walau sudah memiliki kekasih.
Beberapa temannya dan yang mengenalnya mengatakan bahwa perempuan itu sinting.
-----
"Enggak ada malunya apa, kissing di depan rumah, heran." Aneva menggelengkan kepala.
Deynara menghela nafas, dirinya merasakan sesak. Namun, Deynara berusaha untuk terlihat santai. Deynara segera mengambil ponselnya dan menghubungi Dean. Panggilan pertama tidak dijawab.
"Jelas enggak di angkat, lagi asik, menikmati tanpa perlawanan," kesal Aneva.
Deynara kembali menghela nafas, dirinya kembali melakukan panggilan ke dua. Dan panggilan seketika terhubung.
"Dimana?"
"Ini udah di jalan, By."
"Kok, gue enggak dengar adanya suara kendaraan."
"Kan, di mobil. Kamu dimana?"
"Ini gue lagi liat lo abis kissing dari kejauhan," ucap Deynara dengan posisi sudah kembali berdiri di depan mobil Aneva.
Dean seketika terlihat menatap sekitar. Dirinya mematung saat melihat dimana Deynara berdiri. "By,--"
"Kenapa? Ada yang mau lo jelasin?" datar Deynaraa.
Tidak ada jawaban dari Dean. Dean terlihat akan melangkah menuju Deynara.
"Gue mau balik. Lo lanjutin aja kissingnya, bye."
-----
Jangan plagiat, ya
Karena cerita ini aneh, dan enggak semenarik itu untuk kalian plagiat.
Dan juga, ngapain plagiat kalau otak kalian masih bisa berfungsi untuk membuatnya sendiri. Benar, kan?
Start : 22 jan 23
End : -
Deva, cowok dengan segabrek reputasi buruk di kampus. Namanya mengudara seantreo Fakultas Ekonomi sampai Fakultas tetangga. Entah siapa yang mengawalinya, kabar burung semakin berkembang seiring berjalannya waktu.
"Selalu pake baju lengan panjang, karena tangannya tatoan. Sering maen cewek, free sex maksudnya. Doyan mabok, alias ngedrunk. Yang lebih parah, ngobat juga, yang pasti bukan minum obat sakit kepala, ngdrugs! Siapa yang jamin dia gak kena HIV? Atau jangan-jangan udah AIDS?" - pergosipan mahasiswa di kampus yang tidak pernah dibantah atau dibenarkan oleh sang objek. Terang saja hal itu semakin membuat cerita-cerita tentang Deva terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Tara, salah satu tukang gosip di kampus, berasal dari kalangan genk cewek yang gak tenar-tenar amat, tipikal cewek-cewek yang mau ke toilet aja harus ramean.
Karena beberapa alasan, membuat Tara terlibat dengan Deva. Keterlibatannya membuat Tara mengetahui fakta-fakta dari seluruh gosip yang ada.
Sialnya, benar semua!
Ada juga Tania, si cewek metropolitan yang siangnya kerja di gedung pencakar langit, malamnya dugem sampai pusing.
Tania adalah satu-satunya cewek yang bersama Deva dalam kurun waktu yang lama. Lagi-lagi menurut gosip yang mengudara, mereka sih hanya berteman. Teman bobo maksudnya.
Namun, ketika sampai pada keadaan...
Deva adalah satu-satunya hal yang Tania inginkan ketika Tania tak pernah lagi menginginkan apapun.
Tara adalah satu-satunya harapan bagi Deva yang sudah sejak lama kehilangan harapan.
Deva adalah permasalahan terbesar bagi Tara yang hidupnya sangat jarang bermasalah.