I Was Born Sick [End]

I Was Born Sick [End]

  • WpView
    Membaca 91,143
  • WpVote
    Vote 3,471
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadLengkap Kam, Apr 25, 2024
Inilah hidupnya, yang bergantung dengan alat-alat yang membantunya untuk terus hidup. _______________________________________________________ Siapa yang ingin terlahir dengan keadaan sakit? Semua orang pun tak ingin. Begitupun dengan Rayano, ia tidak ingin terlahir sakit. Namun, mungkin inilah takdirnya. Ia hidup di dampingi oleh sebuah penyakit yang tidak dapat di sembuhkan. Alat-alat aneh, terus melilitnya agar ia terus tetap hidup. Begitulah sampai akhir, sampai ... kematian menjemputnya. ______________________________ ⚠️DISCLAIMER!!!⚠️ ⚠️FIKSI!!! ⚠️ ⚠️CERITA INI TIDAK MASUK DI AKAL⚠️ ⚠️JAUH DARI NALAR LOGIKA ⚠️ ⚠️AKU BUAT CERITA INI KARENA AKU SUKA COWOK LEMAH & PENYAKITAN AWOKAWOK⚠️ ⚠️JIKA TAK SUKA BOLEH BALIK KANAN GRAK! TIDAK BOLEH HUJAT☺⚠️
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#20
kateter
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Couple Ring 2 [Complete]
  • ✔Lihat Aku Sekali Saja
  • Langit untuk Asa
  • MAVAKA
  • Untuk Arjuna[✓]
  • 🌹Baby Zu🌹(END)
  • Berbeda ✔️ [TERBIT]
  • Monokrom [Completed]

Wajib follow sebelum baca 💕 Rara hanya bisa duduk terdiam sambil melihat apa yang ada di depannya. Obat tidur, ketidak terbukaan Bima, alasan dibalik Bima pergi, semuanya kini berputar di pikiran Rara. "Dimana tas Aksa, Mam?" "Ada di lemarinya." Daren segera mengambil tas tersebut dan memeriksanya. Dilihatnya terdapat beberapa benda yang menarik perhatian Daren. Inhaler, obat tidur, obat pereda nyeri, serta beberapa obat yang biasa dikonsumsi oleh penderita asma. "Obat ini tidak boleh di konsumsi bersamaan dengan obat asma, Mam." Daren angkat bicara sambil menunjukkan obat pereda nyeri yang ia temukan. "Ra, kamu tahu soal kondisi Aksa?" Mama Bima buka suara. Rara hanya bisa menggelengkan kepala. "Aku cuma tahu Bima masih konsumsi obat asmanya dan beberapa obat yang dia bilang vitamin." "Dan itu.." Rara menunjuk inhaler yang ada di dekat Daren. "Bima selalu simpan inhaler itu dalam tasnya." Mama Bima menghela nafas frustasi, sejak awal seharusnya ia tidak mengizinkan anak bungsunya untuk keluar dari rumah dan tinggal sendiri di kosan. "Berapa banyak obat ini Aksa konsumsi?" Daren menunjukkan obat itu pada Rara. "Terakhir kali yang aku lihat dia konsumsi 2 tablet sekaligus, dia bilang itu dosis yang di anjurkan dokternya." Rara memberitahukan apa yang dia tahu. "Sial! Aku terlalu sibuk dengan kehidupanku, dan disisi lain adikku sedang sekarat." Sekarat? Rara memunculkan wajah bingungnya. "Daren, jaga ucapanmu!" Mama Bima mendekati Rara dan memeluk Rara yang tengah bingung dan panik. "His asthma is getting worse, Ra.." Mama Bima menjelaskan dengan berat. Baik Daren dan Mamanya paham betul obat-obatan yang kini dikonsumsi Bima. _Couple Ring 2 Ring Couple (1) : https://www.wattpad.com/780157888-couple-ring-1-pertemuan Wajib baca Ring Couple 1 (versi revisi) sebelum yang kedua. Wajib follow sebelum baca 💕 #4 : #ceritasedih 26/08/19 #2 : #sadlovestory 08/09/19

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan