Story cover for Hiraeth  by 40rbKEntangREbuss
Hiraeth
  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Jan 22, 2023
Ada satu kebiasaan buruk dari makhluk bumi; menyalahkan sebagian orang atas sakit yang mereka rasakan, tanpa tau bahwa yang mereka rasakan adalah dampak dari harapan dan mimpi yang mereka buat sendiri.
All Rights Reserved
Sign up to add Hiraeth to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Behind The Smile cover
Empty (End?) cover
KEPERGIAN SENJA cover
Destiny. cover
Destined for me 2 cover
ARNWOLF (END) cover
ZIVANA(ON GOING)√ cover
Spirit Of Love cover
Keazen (a sly world) TERBIT!  cover
Dua Sisi cover

Behind The Smile

41 parts Ongoing

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?