TENGGELAM (DISCONTINUED)

TENGGELAM (DISCONTINUED)

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 5, 2023
DISCONTINUED DUE TO MEDICAL CONDITION "Apakah kamu juga sedang memandang langit yang sama dan memikirkanku seperti aku memikirkanmu?" Ketahuilah, jawabannya mustahil aku dapatkan sekalipun kucoba. Aku masih setia menengadahkan kepalaku. Seseorang pernah bilang kepadaku, "Biarkan otak kecilmu itu berpikir kamu sedang melindungi orang yang paling kamu cintai ketimbang menghabisi orang yang paling kamu benci ketika melakukannya. Percayalah, cinta lebih kuat dibanding kebecian." Itu kata-katamu, sebelum kamu memegang tanganku dan merapalkan kalimat yang menyumpahi bahwa dirimu akan selamanya mencintaiku, dan sebelum kamu pergi sejauh-jauhnya untuk selamanya. Untukmu yang tidak bisa berhenti membangun sarang di pikiranku, kalimat terakhirmu yang sungguh indah-dan dengan bodohnya-kupercaya itu, saat ini, esok, dan esoknya lagi, hingga selamanya akan berputar indah di pikiranku, di mimpiku, di luar kepalaku. Selalu kubiarkan kalimat itu menari di sekelilingku seperti sebuah music video. Kalimatmu adalah penggalan memoriku yang begitu sakit, dan mustahil mengobatinya. Aku adalah Xana Altezza, yang juga pernah berjanji akan mencintaimu selamanya sebelum kamu justru pergi sejauh-jauhnya selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Love Life Story ( MewGulf ) {END}
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Fall And Love
  • SAINGAN [ Mewgulf ] END ✓
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • 1. Welcome my baby boy | MewGulf ✓
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • Take A Break
  • ALSHA
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines