RainWay
  • WpView
    Reads 262
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 24, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Emang Lo nggak bosen,liatin hujan segitunya?" Bella menggeleng lemah.Jujur,sedari tadi hati nya tengah gundah dikarenakan ia ingin sekali bermain hujan dan menikmati derasnya hujan tetapi,hati Bella seakan meringis,mengingat jika ia pernah dikurung di kamar oleh ayahnya sendiri. "Mau gue temenin sampe kapan?"Ucap Adrian sembari mengulurkan tangannya kepada Bella. "Ha?maksudnya?"Bella sama sekali tak mengerti arah pembicaraan Adrian yang menurutnya agak membingungkan. Hembusan nafas terdengar dari mulut Adrian.Sepersekian detik kemudian,Adrian menarik tangan Bella dan menggenggamnya."Mau gue temenin main hujan sampe kapan?"Adrian tersenyum mengejek,tapi,Bella tau bahwa Adrian hanya bercanda dan ingin menggoda nya saja. Bella tersenyum tipis kemudian ia mulai menggenggam erat tangan Adrian,seakan tidak ingin kehilangan Adrian."Sampe Lo peka sama gue kak."
All Rights Reserved
#38
arabella
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salam Terindah
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • Crazy Marriage
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Cuaca
  • The Man
  • Brothers
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Sweet RomanShit

Barra." "Hm." "Tolong sabar sedikit lagi ya." "Buat?" "Aku tahu kamu nggak nyaman denganku, aku tahu aku cuma pengganggu buat kamu, aku tahu kamu risih, kamu malu dan benci sama cewek yang pecicilan kaya aku," "Terus?" "Aku-" Nyala terdiam ia ragu untuk mengatakan isi pikirannya itu. "Aku akan berusaha buat ngilangin rasa suka aku ke kamu." sambung Nyala dengan memejamkan mata. Sementara Barra nampak mengerutkan kedua alisnya. "Kenapa?" tanyanya kemudian. "Apa?" Nyala terkejut dengan jawaban Barra "Apa, Kamu tidak ingin aku berhenti mencintaimu?" Senyuman Nyala mengembang begitu lebar disertai mata berbinar senang. "Kenapa nggak berhenti dari dulu." sambung Barra tentu saja ucapan Barra itu membuat semburat kecewa di wajah Nyala.

More details
WpActionLinkContent Guidelines