Story cover for RainWay by Ara_PutriTidur
RainWay
  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Jan 22, 2023
"Emang Lo nggak bosen,liatin hujan segitunya?" 

Bella menggeleng lemah.Jujur,sedari tadi hati nya tengah gundah dikarenakan ia ingin sekali bermain hujan dan menikmati derasnya hujan tetapi,hati Bella seakan meringis,mengingat jika ia pernah dikurung di kamar oleh ayahnya sendiri.

"Mau gue temenin sampe kapan?"Ucap Adrian sembari mengulurkan tangannya kepada Bella.

"Ha?maksudnya?"Bella sama sekali tak mengerti arah pembicaraan Adrian yang menurutnya agak membingungkan.

Hembusan nafas terdengar dari mulut Adrian.Sepersekian detik kemudian,Adrian menarik tangan Bella dan menggenggamnya."Mau gue temenin main hujan sampe kapan?"Adrian tersenyum mengejek,tapi,Bella tau bahwa Adrian hanya bercanda dan ingin menggoda nya saja.

Bella tersenyum tipis kemudian ia mulai menggenggam erat tangan Adrian,seakan tidak ingin kehilangan Adrian."Sampe Lo peka sama gue kak."
All Rights Reserved
Sign up to add RainWay to your library and receive updates
or
#104arabella
Content Guidelines
You may also like
The Man by theonlymuse
85 parts Complete
WARNING !! Cerita ini bakal bikin kamu salting brutal dan senyam senyum sendiri!!! *Short Chapter Warning* - - - "Aku gak percaya kalau kamu cuma pernah pacaran saat kamu SMA." gumam Lili seraya menatap pria tampan didepannya, Atlas. "Kenapa gak percaya?" tanya Atlas. "Well... you sounds like a pro." jawab Lili dengan senyum jahilnya. "Im a pro? of what?" tanya pria itu seakan sengaja ingin mendengar jawaban Lili. "Dalam hal menggoda dan meluluhkan hati wanita. Kamu ahlinya." jelas Lili. Berharap Atlas akan mengerti perkataannya. Mendengarnya membuat Atlas tertawa. Dari tempatnya berdiri, Lili bisa melihat telinga pria itu memerah seakan menahan malu. Hal itu mengundang senyuman di wajahnya. "Jadi kamu sudah tergoda sekarang?" tanya Atlas lagi dengan jahil yang membuat pipi Lili bersemu. "Eh?" respon Lili sekenanya. Benar - benar bingung harus menjawab apa karena harus berhadapan dengan pria semenarik Atlas ini. "Kalau kamu penasaran tentangku, why dont we get to know each others? cause im curious about you too." ucap Atlas dengan kharisma yang meledak - ledak. Rasanya Lili ingin langsung pulang saja dan kabur dari sini. Wajahnya pasti sudah semerah tomat sekarang. Mungkin sekarang Lili benar - benar terlihat seperti orang linglung dimata Atlas, karena yang bisa ia katakan untuk menjawab itu hanyalah, "Shall we?" "Yes, we shall." jawab Atlas tanpa ragu. 🎖️#16 in Roman (13-10-2024) 🎖️#26 in Roman (29-06-2025) 🎖️#57 in Romansa (11-01-2026) 🎖️#43 in Romansa (14-01-2026)
Marriage, Not Dating by kakapit
49 parts Complete
"Enggak usah basa-basi mending kita langsung cipokan aja." Berawal dari kalimat candaan dan berakhir mala petaka, Bella yang iseng mengucap kalimat haram itu harus berurusan dengan Adnan, bukan berurusan dalam artian ringan tetapi dalam artian begitu berat atau bahkan sangat berat, Bella yang bodoh itu harus diseret ke dalam kehidupan Ananta dan dipersunting secara tiba-tiba oleh pria bermulut sampah itu. "Heh! Astaga! Sial! Ayo Bel berpikir positif, pasti pria gila itu cuman mau adu ikan cupang sama Ayah! Ahk enggak mungkin! Hidupku sudah tamat!" Bella terus bermonolog saat sosok Adnan sedang duduk di ruang keluarga bersama ayah dan ibu, ketiga orang itu terlihat membicarakan hal yang sepertinya amat serius. Adnan tahu yang dilakukannya ini hal gila, bahkan pria itu sering kali menerima umpatan dari sahabat kecilnya setelah bertindak nekat melamar wanita yang baru ditemuinya. Jika Kai mengumpati Adnan, maka beda cerita lagi jika itu keluarga besar Adnan, bahkan pihak keluarga begitu excited saat Adnan mengatakan akan mempersunting wanita. "Lo ngotak dikit dong! Lo baru kenal tuh perempuan dan lo mau nikahin dia? Apa nggak gila?!" "Nyokap sama bokap gue udah tahu, mereka dukung kegilaan gue kali ini," balas Adnan. "Tapi mereka nggak tahu kalau lo sama Bella itu baru kenal anjing, mereka tahunya kalau lo sama Bella pacaran, lo bener-bener dah tega banget bohongin mereka!" Balas Kai sengit. Ikuti kisah Adnan dan Bella sekarang juga, masukkan cerita ini ke library list kalian. [FOLLOW SEBELUM MEMBACA YA‼️] pict cover by: pinterest.
Kala Kita Diam by Deadperson
15 parts Complete Mature
Aether: Laki laki yang beranjak kelas 11 SMA berusaha menggapai cita²nya dan sikapnya yang sangat cool bet deh Seraphine : Perempuan yang sangat misterius bahkan sangat tertutup terhadap teman"nya yang mendekatinya, kecuali teman tertentu. Bella : Perempuan yang baik hati,ramah, multitalent disemua bidang akademik. Mereka Satu kelas tapi tak pernah saling tegur sapa. Hanya berada diruang yang sama, tanpa ingin menjalin Hubungan. Dunia begitu jomplang Hingga disuatu hari dihujan yang lebat Bella berjalan hampir basah kuyup "Duh Kenapa tiba tiba Hujan si?! Emosi Bella. Seseorang Memberikan setengah payung ke bella "Makas-." Bella kaget ternyata dia adalah teman sekelasnya. "Aether." ia melihat papan namanya disebelah kanan didekat kantong bajunya suasana sangat dingin ditambah mereka berdua tidak saling berbicara sepatah kata pun "kenapa tidak naik taksi? tanya Aether dengan ekspresi flat "Gw lebih suka jalan kaki ketimbang naik taksi, balas Bella. Aether hanya mengangguk "K-kamu sendiri kenapa tidak naik Taksi? tanya balik Bella "Rumahku Dekat dari sini, balas Aether Tiba tiba mobil ngebut menginjak genangan air di Jalan "Awas!? Aether Spontan Melindungi Bella dari Air Genangan yang diinjak oleh mobil tersebut. Aether seketika basah kuyup "Mobil aneh, Ucap Aether melihat mobil itu sangat ngebut "Kamu tidak pa-." Aether kaget dengan tingkahnya yang memeluk Bella begitu erat "Maaf," Kata Aether dengan ekspresi Kaget Bella hanya terdiam sepanjang jalan sampai tiba dirumahnya "Makasi banyak Ya Aether, senyum bella Aether hanya mengangguk dan pergi Bella masih terpikirkan dengan kejadian barusan "Ah kenapa sii?! kok dia tiba² peluk segala?! Seru Bella. Bella masih mengingat aroma parfumnya dan pelukannya yang begitu erat seakan akan ia tidak mau melepaskannya. Kacau, hati bella berdetak sangat kencang bagaikan bagaikan bisikan manis yang merambat pelan ke hati, hangat dan membuat segalanya terasa mungkin. "Apakah ini yang dinamakan Jatuh cinta? -Bella-.
You may also like
Slide 1 of 9
Hujan dan Sebuket Dandelion cover
The Man cover
NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP] cover
Marriage, Not Dating cover
I'm Sorry (Done) cover
Kala Kita Diam cover
Bangun Cinta Satu Atap cover
Oddly Coupley (Complete) cover
Menyimpan Rasa (END) cover

Hujan dan Sebuket Dandelion

6 parts Ongoing

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"