YUKI Journey Of Half Demon

YUKI Journey Of Half Demon

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
aku adalah seorang anak biasa, yg tinggal di sebuah desa kecil di pinggir hutan es. orang orang desa tidak begitu menyukaiku, dan mungkin tidak ingin aku tinggal di desa itu. bahkan rumahku pun jauh terpencil. tpi ada seorang yg menerimaku. dia... adalah tetua desa, berkat dia aku masih memiliki tempat. namun... tak kusangka akhirnya dia pergi meninggalkan ku, seseorang membunuhnya dan para warga menuduh aku yg melakukannya. akupun dihukum dengan siksaan yg menyakitkan, namun rasa sakit itu tak sebanding dengan apa yg aku rasakan di hatiku saat mengetahui kakek tetua meninggal. siksaan yg mereka berikan padaku tidak membuat ku mati, hanya sekedar memberikan rasa sakit yg tak henti. Hingga akupun dibuang ke hutan es. Akupun terjatuh di sebuah jurang, yah saat itu aku hanya pasrah dan berharap aku segera mati. Namun takdir berkata lain, seseorang menolong ku... atau tepatnya seekor?. ya dia adalah sosok rubah putih yg memiliki 3 ekor. dia mengatakan padaku bahwa sebagian kekuatan nya telah ia gunakan untuk menyelamatkan ku yg membuat ku menjadi setengah dari rasa nya. aku menjadi half demon... diapun memberiku nama Yuki, hal yg tak aku miliki sejak aku hidup di desa itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • The Multiple Personality
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • PEWARIS CINCIN KUTUKAN
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Tumbal Mata

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines