Story cover for The Tailor by hambaba
The Tailor
  • WpView
    Leituras 71,032
  • WpVote
    Votos 9,264
  • WpPart
    Capítulos 28
  • WpView
    Leituras 71,032
  • WpVote
    Votos 9,264
  • WpPart
    Capítulos 28
Concluída, Primeira publicação em jan 22, 2023
Maduro
Seorang model papan atas menjalin hubungan gelap dengan seorang penjahit tampan salah satu butik ternama di tepian kota. 

Rasanya terlalu mustahil, namun begitulah kenyataannya. 

Atau sebenarnya ada rahasia yang di simpan rapat-rapat oleh si penjahit tampan itu?
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar The Tailor à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
BUTTERFLY BLUE, de BukiNyan
17 capítulos Em andamento Maduro
[Fanfiction tahun 2016. Namun, ditulis kembali tahun 2025] [⚠️🔞 Strong Sexual Content: Konten Seksual yang Kuat. Ini menunjukkan adanya adegan atau dialog yang bersifat seksual, yang mungkin eksplisit atau implisit.] Di balik gemerlap cahaya kota Jepang yang memabukkan, tersembunyi bayang-bayang kegelapan yang mengintai: narkoba, Yakuza, dan perdagangan manusia. Di dalam tembok Asrama St. Konoha, Hinata Hyuuga menjadi saksi bisu dari pesta-pesta liar yang melibatkan narkoba dan seks bebas, sebuah dunia yang begitu jauh dari prinsip-prinsip yang ia pegang erat. Hinata, yang selama ini melindungi dirinya dengan dinding kesederhanaan dan kehati-hatian, perlahan menyaksikan dunianya runtuh. Teman-temannya-orang-orang yang seharusnya menjadi tempat ia bersandar-terjerat dalam lingkaran dosa yang tak terhindarkan, menghancurkan kepercayaan yang pernah ia berikan. Namun, kekejaman tak berhenti di situ. Dalam sekejap yang tak terduga, Hinata menjadi korban dari pengkhianatan yang tak termaafkan. Ketika utang narkoba teman-temannya melampaui batas, Hinata dijual sebagai alat pelunasan. Tubuhnya menjadi barang dagangan, sementara jiwanya terkoyak oleh rasa sakit yang tak terlukiskan. Di tangan orang-orang yang tak mengenal belas kasih, Hinata terseret ke dalam labirin gelap yang penuh dengan dosa dan kebejatan. Ia yang dulunya mencari perlindungan di balik tembok asrama kini menjadi tawanan di tengah dunia yang dipenuhi kekerasan, penghinaan, dan keputusasaan. Akankah ia menemukan secercah cahaya di tengah kegelapan, atau justru tenggelam lebih dalam pada jurang kehancuran?
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
BUTTERFLY BLUE cover
PSYCHE: Whispers Beneath the Skin cover
Pelanggan Setia [√] cover
-DAMN HEART- cover
UNBELIEVE cover
Y O U cover
Seduction ✓ cover
Destiny cover
Rest Area  cover
4 Years [PDF] cover

BUTTERFLY BLUE

17 capítulos Em andamento Maduro

[Fanfiction tahun 2016. Namun, ditulis kembali tahun 2025] [⚠️🔞 Strong Sexual Content: Konten Seksual yang Kuat. Ini menunjukkan adanya adegan atau dialog yang bersifat seksual, yang mungkin eksplisit atau implisit.] Di balik gemerlap cahaya kota Jepang yang memabukkan, tersembunyi bayang-bayang kegelapan yang mengintai: narkoba, Yakuza, dan perdagangan manusia. Di dalam tembok Asrama St. Konoha, Hinata Hyuuga menjadi saksi bisu dari pesta-pesta liar yang melibatkan narkoba dan seks bebas, sebuah dunia yang begitu jauh dari prinsip-prinsip yang ia pegang erat. Hinata, yang selama ini melindungi dirinya dengan dinding kesederhanaan dan kehati-hatian, perlahan menyaksikan dunianya runtuh. Teman-temannya-orang-orang yang seharusnya menjadi tempat ia bersandar-terjerat dalam lingkaran dosa yang tak terhindarkan, menghancurkan kepercayaan yang pernah ia berikan. Namun, kekejaman tak berhenti di situ. Dalam sekejap yang tak terduga, Hinata menjadi korban dari pengkhianatan yang tak termaafkan. Ketika utang narkoba teman-temannya melampaui batas, Hinata dijual sebagai alat pelunasan. Tubuhnya menjadi barang dagangan, sementara jiwanya terkoyak oleh rasa sakit yang tak terlukiskan. Di tangan orang-orang yang tak mengenal belas kasih, Hinata terseret ke dalam labirin gelap yang penuh dengan dosa dan kebejatan. Ia yang dulunya mencari perlindungan di balik tembok asrama kini menjadi tawanan di tengah dunia yang dipenuhi kekerasan, penghinaan, dan keputusasaan. Akankah ia menemukan secercah cahaya di tengah kegelapan, atau justru tenggelam lebih dalam pada jurang kehancuran?