Love is Hurt

Love is Hurt

  • WpView
    Reads 12,462
  • WpVote
    Votes 510
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 27, 2016
Nathania Clara Aku mencintaimu tanpa tahu apa alasannya. Meski kau tak pernah menganggapku ada. Meski perlakuanmu selalu buruk. Meski semua itu membuatku sakit hati, aku tetap bertahan untuk mencintaimu. Aku mencintaimu dari aku menganggap itu hanya cinta monyet sampai aku menyadari jika itu bukanlah hanya sekedar cinta monyet. Kau memintaku pergi, aku tak akan pernah pergi. Kau memintaku menjauh, aku tak akan pernah menjauh. Walau harus sakit, tapi aku akan bertahan sampai aku sudah tak sanggup lagi. Pengecut? Mungkin itu yang terbaik. Asal itu bisa membuatnya bahagia. Aku rela. Andrew Collin Dia selalu membuatku tak nyaman. Bagiku dia hanyalah benalu. Benalu yang harus aku buang jauh-jauh. Dia selalu menempel padaku, namun dia sama sekali berguna bagiku. Dia selalu membawa musibah bagiku. Semua gadis yang ku cintai mundur secara teratur hanya karena rasa kasihan mereka terhadap kesungguhannya mencintaiku. Kata-kata yang membuatku sangat muak hanya untuk sekedar melihatnya. Jangankan melihat mendengar namanya saja aku merasa jijik. Aku sendiri tidak tahu mengapa aku bisa sangat membencinya. Hanya saja aku lelah dengan semua. Aku hanya ingin bahagia dengan gadis yang kucintai. Apa aku salah? Apa aku egois?
All Rights Reserved
#35
pg-13
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Mahligai Sunyi
  • Limerence
  • Wrong Dream
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • hay mantan !!
  •  Istri Untuk Anak Manja (End)
  • Yang Tertinggal

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines