Ne-am actualizat Ghidul de Conținut.
Consultă cele mai recente reguli pentru a continua să distribui povești în siguranță.
Află mai multe
Cerita untuk RERE

Cerita untuk RERE

  • WpView
    LECTURI 110
  • WpVote
    Voturi 47
  • WpPart
    Capitole 14
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare dum, feb 26, 2023
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
"Si ayang serem, tapi anehnya gue makin cinta." Iya, kebucinan Ditto pada Rere itu diatas rata-rata. *** Rebecca Tsaningrum. Silakan panggil saja Rere. Orang-orang menyebut dirinya memiliki kesempurnaan dalam hidup dikarenakan beberapa sebab, antara lain: 1. Papa Ryan yang begitu menyayangi. 2. Bang Ridho dan Bang Rizall yang siaga jika dia disakiti. 3. Wajahnya yang cantik dengan paketan otak cerdas dan bakat yang begitu indah. 4. Jangan lupakan, si Ditto yang bucin abis. Rere selalu tersenyum saat banyak orang menginginkan kehidupannya yang mereka anggap begitu sempurna. Intinya, Rere mengucapkan terima kasih untuk mereka yang selalu berkata, "Jadi kamu mah enak."
Toate drepturile rezervate
#764
harmonis
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  •  ANATHA
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Our Emergency Calls
  • Winter
  • YATRAGATA (ON GOING)
  • Only You [Slow Update]
  • GEVRONZ

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut