Sambekela Berdarah

Sambekela Berdarah

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 5, 2023
Cerita singkat bagaimana Senja tak lagi indah, tak lagi sunyi maupun tenang. Senja yang biasanya membawa senyuman kepada siapapun yang melihatnya, sekarang membawa berjuta tangisan bagi siapapun yg melihatnya. Bagaimana bisa? Cari tau dalam "Sambekala Berdarah" (Note) maaf jika banyak kata kata yang salah, tidak efektif,bermakna ganda, kesamaan alur atau karakter. Itu hanya sebuah kebetulan atau murni kesalahan saja. Dan saya harap Jangan meng-copy atau menjiplak cerita ini, karna cerita ini murni ide dan pemikiran saya. thank uu [ON GOING sesuai mood autor awokawok]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • CHAVANDA
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • Senja Untuk Amara (TAMAT)
  • best friend and twilight
  • ASTROPHILE
  • ATHARFA

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines