Di bulan-bulan hujan

Di bulan-bulan hujan

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 14, 2023
❝Harsa, kamu pasti ketawa kalau aku bilang bulan oktober ini masih turun hujan. Padahal biasanya ketika tangis-tangis semesta turun dengan derasnya, kamu berkicau tentang anomali dan dalamnya sebuah perasaan.❞ Seandainya....
All Rights Reserved
#417
putihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • DIA (Completed)
  • Hujan Membuatku Rindu
  • My Cold Boy (Tamat)
  • After Rain
  • Aku, Kau, dan Hujan.
  • Oktober kelabu
  • Sepercik Afeksi di Bulan Februari
  • Hujan Dikeabadian
  • Evanescent

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines