Little Goals

Little Goals

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 6, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Semilir angin malam berhembus kencang menerpa rambut seorang gadis yang tengah berada di balkon rumahnya. "Hidup gue ancur, goblok." Tangan lentiknya meraih sebuah gunting lalu mendekatkan benda tajam itu pada seragam yang tengah ia pakai, ia tidak sadar bahwa tetangga laki-lakinya sedang menutupkan matanya dengan kedua tangannya. Namun, laki-laki itu membuka celah tangannya sedikit untuk mengintip. Rezeki tidak boleh ditolak, bukan? "HEH KAK?!" teriak Aily panik sedangkan laki-laki itu malah tertawa canggung.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#22
gym
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rainbow In The Rain
  • Markxelio
  • AFIKA [ END✔ ]
  • feelings of love
  • Sweet Combat
  • AYARA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Harapan Bunga Terakhir
  • DIA (Completed)
  • AKASYA

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan