Indah
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 24, 2023
Indah, bagaimana kabarmu hari ini? Semoga sehat sentosa dan selalu dilindungi oleh Allah. Indah, izinkan saya menuangkan kata-kata yang tak sempat terucap ini melalui tulisan. Saya harap dikau berkenan dan mungkin sewaktu-waktu akan sempat membacanya dengan hati yang terbuka. Sungguh, tidak ada maksud yang tersirat dari dalam kalimat yang jutaan kali ku leburkan setiap harinya, yang ada hanya gambaran rinduku, dari benak, hati yang terdalam. Jika suatu saat saya diberi waktu dan kesempatan untuk bertemu denganmu, baik bertegur sapa ataupun tidak, saya tetap akan bersyukur jikalau itu terjadi. Indah, yang akan tertulis disini adalah hasil buah pikiranku sedari dulu ketika kita sempat sering bertegur sapa dan bertukar pesan, sampai saat ini, ketika kita telah menempuh hidup yang jauh dari kata terbayang, melalui setiap harinya masing-masing. Tak lagi tahu-menahu kabar dari setiap insannya. Selamat membaca untuk setiap insan di luar sana, semoga kalian berkenan. Indah, semoga engkau dapat menikmati ini dengan hati dan pikiran yang damai. Sampai bertemu di hari yang baik. Salam hangat, -Iskandar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • stranger
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • cinta untuk sang nona
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • MAS !
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
stranger

Kadang aku bertanya... kenapa seseorang bisa datang begitu indah, lalu pergi begitu tiba-tiba? Kamu pernah ada di sini- di setiap sudut hariku, di sela tawa, di ujung malam, bahkan di detak detak paling pelan hatiku. Kamu pernah jadi alasan kenapa aku percaya bahwa cinta bisa sesederhana saling menunggu dan menyapa. Tapi sekarang... kamu hanya jadi nama yang kutahan di tenggorokan setiap kali aku hampir menyebutmu. Lucunya, semuanya masih terasa hidup. Tempat kita pernah duduk bareng, lagu yang dulu kita nyanyiin bareng, bahkan bunga pertama darimu... masih tersimpan rapi, seakan aku masih menunggumu kembali menjemput waktu yang tertinggal. Aku tahu, kamu mungkin sudah jauh melangkah, mungkin sudah menggenggam tangan yang lain, mungkin sudah melupakan segalanya yang menurutku... tak mungkin dilupakan. Tapi aku? Aku stuck. Bukan karena aku tak ingin pergi, tapi karena hatiku masih berdiri di tempat kamu meninggalkannya. Aku bukan menunggumu kembali. Aku hanya belum tahu, bagaimana caranya berjalan... tanpa membawa kamu dalam setiap langkahku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines