Beuty Is a Disaster

Beuty Is a Disaster

  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
Beradapatasi di tempat yang baru, bukan lagi hal yang tabu bagiku, bak benalu, aku sering kali berpindah inang untuk tetap menjalani hidup. Tidak ada yang aku sesali, karena dari semua tempat yang pernah aku kunjungi, ada banyak kenangan yang begitu berarti, sampai-sampai kenangan itu tidak akan bisa di ulang lagi. Aku sangat senang memulai hari di tempat asing. Namun, pengembaraanku kali ini berakhir dengan kesakitan tanpa obat. Aku terluka karena gagal memahami lingkungan yang aku tinggali. Aku salah mengenali seseorang, seseorang yang aku anggap sahabat menjadi belati tajam yang siap menggorok kewarasan. Satu hal yang aku tahu, belati itu tercipta untuk membuat luka cacat pada sesuatu yang mendekati sempurna, maka aku paham akan satu hal, menjadi sempurna di mata banyak orang adalah bencana.
All Rights Reserved
#212
pembullyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Aku Kamu Dan Dia
  • When his name is
  • Eliinaa
  • His Pretend Girlfriend (Completed)
  • Kalevi
  • Poison Of Love
  • Thanks for all
  • In the Future Without You
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines