Balas Dendam

Balas Dendam

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 6, 2023
Seorang gadis tertergeletak diatas rumput sambil menghadap ke arah bintang bintang yang mulai meredup. Dengan keadaan banyak luka memar ditubuhnya. " Andai aku bisa mengulang waktu aku akan sangat membenci mu Zay." Ucapku sambil menutup mata. ~ Kucari dia di setiap ruangan sambil ku teriak kan namanya, namun tak kunjung datang. " TANIA DIMANA KAU." Teriak ku sambil menyusuri lorong, sampainya aku di ujung lorong, terdapat taman belakang. Dan ada seseorang yang tergeletak disana. Kuhampiria dia dan melihatnya sudah menutup mata. Deg ' Tania.' lirihku
All Rights Reserved
#145
kelahirankembali
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mine, No Exit (END)
  • Overdoses Bhita
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Fierce Love
  • KAYANTA (ON GOING)
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Antara
  • SEAN'S EYES
  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI

Follow sebelum baca, yaaa! Jangan lupa vote dan komen. Selamat membaca ❤️ ___ Naya selalu punya kendali penuh dalam hidupnya--hingga Rayhan datang dan menghancurkan semua batasan yang pernah ia bangun. Sejak pria itu muncul dengan tatapan gelap penuh obsesi di ruang rapat perusahaan, dunianya jungkir-balik. Rayhan, CEO muda dengan reputasi dingin dan kejam di dunia bisnis, tanpa ampun menyeret Naya ke dalam perangkap cintanya yang obsesif dan posesif. Awalnya, Naya yakin bisa melawan. Tapi setiap kali ia mencoba kabur, Rayhan selalu berhasil menariknya kembali--makin dekat, makin erat, makin dalam. Di antara deretan gedung pencakar langit Jakarta yang sibuk dan penuh intrik bisnis, mereka terjebak dalam hubungan yang dipenuhi kebencian, keinginan, cinta, dan obsesi yang tak berujung. "Aku tidak pernah waras kalau soal kamu, Naya. Kalau kamu berpikir ada jalan keluar, kamu salah. Kamu milikku--tanpa pintu keluar." Di antara logika dan perasaan, batas antara cinta dan obsesi pun semakin kabur. Kini Naya tahu, tak peduli sejauh apapun ia berlari, ia tak akan pernah bisa pergi--karena hatinya sudah lama memilih untuk menetap dalam pelukan Rayhan. Selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines