Story cover for Balas Dendam  by secret0812
Balas Dendam
  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jan 24, 2023
Seorang gadis tertergeletak diatas rumput sambil menghadap ke arah bintang bintang yang mulai meredup. Dengan keadaan banyak luka memar ditubuhnya.

" Andai aku bisa mengulang waktu aku akan sangat membenci mu Zay." Ucapku sambil menutup mata.


~

Kucari dia di setiap ruangan sambil ku teriak kan namanya, namun tak kunjung datang.

" TANIA DIMANA KAU." Teriak ku sambil menyusuri lorong, sampainya aku di ujung lorong, terdapat taman belakang.

Dan ada seseorang yang tergeletak disana. Kuhampiria dia dan melihatnya sudah menutup mata.

Deg

' Tania.' lirihku
All Rights Reserved
Sign up to add Balas Dendam to your library and receive updates
or
#500penyesalan
Content Guidelines
You may also like
Diksi Matahari ⛅ (TAMAT) by Nissu_Elftanora
21 parts Ongoing Mature
" Dalam upaya ku melupakanmu ternyata gagal, jujur bertemu denganmu kembali bukanlah wishlist lagi dalam hidupku. Kamu memang melukaiku, tapi aku tidak pernah merasa terluka. Mencintaimu mungkin akan bertahan seumur hidupku dan kini aku mulai terbiasa dengan itu. Menanggis bukan lagi sesuatu yang baru, ada banyak trauma dalam hidupku. Tapi jujur aku sangat kecewa, bila ternyata namamu ada dalam daftar itu. Senang bisa melihatmu kembali dalam hubungan kita yang pura - pura lupa. Tapi aku tau satu hal yang kamu tau, bahwa kamu tau aku benar - benar sakit sekarang " ~ Raineiza Danula Nutallu -----------------++++ " Semua sudah jauh berlalu, kapal itu sudah karam Do. Tidak ada satupun nahkoda yang akan mampu mengemudikannya lagi dan tak ada satu pun seseorang yang bisa memperbaikinya. Kapal itu sudah tenggelam terlalu dalam, ia sudah mati bersama dengan gelapnya lautan," " Maaf Za, untuk kesekian kalinya. Tapi apa kamu yakin telah melupakanku. Aku gak percaya Za, kalau emang iya. Coba sekarang kamu tatap mataku," ucapnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencoba membuatku menatapnya. Itu membuatku sangat tersiksa dan membuatku seketika menanggis. " Kamu gila," bentakku dan seketika aku mendorong tubuhnya hingga terdorong ke belakang. " Berhenti melakukan hal gila Neddo, aku memang masih cinta sama kamu bahkan tidak kurang sedikit pun sejak dulu dan tiada satu hari pun dalam hidupku tidak ku lakukan untuk tidak berusaha melupakanmu. Jadi menjauh lah dariku, karena meski perasaanku sebesar itu. Aku tidak pernah berharap untuk bisa kembali bersamamu dengan alasan apapun itu," bentakku. Aku yang masih menanggis berjalan menjauh meninggalkannya yang kini masih diam membisu di tempatnya.
ADIKARA ELUSIF by blackcurrantbery
51 parts Ongoing
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Bitter Is You || ✔ || by WSkyelrachanun
29 parts Complete
Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan
You may also like
Slide 1 of 10
Diksi Matahari ⛅ (TAMAT) cover
Antara  cover
Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS] cover
SEAN'S EYES cover
ADIKARA ELUSIF cover
KAYANTA (ON GOING) cover
Sang Pemilik Luka cover
Fierce Love cover
ℤ𝔸𝕐ℕ cover
Bitter Is You || ✔ || cover

Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)

21 parts Ongoing Mature

" Dalam upaya ku melupakanmu ternyata gagal, jujur bertemu denganmu kembali bukanlah wishlist lagi dalam hidupku. Kamu memang melukaiku, tapi aku tidak pernah merasa terluka. Mencintaimu mungkin akan bertahan seumur hidupku dan kini aku mulai terbiasa dengan itu. Menanggis bukan lagi sesuatu yang baru, ada banyak trauma dalam hidupku. Tapi jujur aku sangat kecewa, bila ternyata namamu ada dalam daftar itu. Senang bisa melihatmu kembali dalam hubungan kita yang pura - pura lupa. Tapi aku tau satu hal yang kamu tau, bahwa kamu tau aku benar - benar sakit sekarang " ~ Raineiza Danula Nutallu -----------------++++ " Semua sudah jauh berlalu, kapal itu sudah karam Do. Tidak ada satupun nahkoda yang akan mampu mengemudikannya lagi dan tak ada satu pun seseorang yang bisa memperbaikinya. Kapal itu sudah tenggelam terlalu dalam, ia sudah mati bersama dengan gelapnya lautan," " Maaf Za, untuk kesekian kalinya. Tapi apa kamu yakin telah melupakanku. Aku gak percaya Za, kalau emang iya. Coba sekarang kamu tatap mataku," ucapnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencoba membuatku menatapnya. Itu membuatku sangat tersiksa dan membuatku seketika menanggis. " Kamu gila," bentakku dan seketika aku mendorong tubuhnya hingga terdorong ke belakang. " Berhenti melakukan hal gila Neddo, aku memang masih cinta sama kamu bahkan tidak kurang sedikit pun sejak dulu dan tiada satu hari pun dalam hidupku tidak ku lakukan untuk tidak berusaha melupakanmu. Jadi menjauh lah dariku, karena meski perasaanku sebesar itu. Aku tidak pernah berharap untuk bisa kembali bersamamu dengan alasan apapun itu," bentakku. Aku yang masih menanggis berjalan menjauh meninggalkannya yang kini masih diam membisu di tempatnya.