Pelukan Yang Bukan Untukku

Pelukan Yang Bukan Untukku

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 29, 2023
⚠️TW⚠️ mention suicide ⚠️ Can be triggered for some audiences. Read at your own risk. --- Kata orang yang tak paham ingin mati sama dengan kita tidak bersyukur sama apa yang kita punya. Tapi sepertinya iya. Tapi bisakah itu jadi penghalang bagiku? Ku coba saja ah. Sampai nanti. Semoga saja aku benar benar bisa mati. --- [TAMAT] Untuk sekarang cerita mereka hanya sesingkat ini. Lain kali mungkin mereka akan kembali.... Tapi sekarang segini aja dulu.
All Rights Reserved
#48
hiking
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Who is She? [END]
  • Semburat Luka Di Tengah Semesta (SELESAI ✓)
  • SAVE MY SELF
  • Meneroka Jiwa 2
  • Clarisa Yunita ( End )
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Memories in Moon
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
C

"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines