Berhenti Mencintai

Berhenti Mencintai

  • WpView
    LETTURE 2,422
  • WpVote
    Voti 309
  • WpPart
    Parti 32
WpMetadataReadIn corso3h 53m
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mag 19, 2024
"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan matahari sebagai pelita? Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya. Kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya" Surah Nuh 13-18 Siapa sangka wanita yang selama ini menjaga kesuciannya berubah sepenuhnya hanya kerana cinta terhadap manusia Ada manusia yang mengatakan "kami beriman kepada Allah dan hari akhirat, padahal hati mereka sama sekali tidak beriman (Surah al-Baqrah 2:8) "Aku cintakan dia sumpah aku cintakan dia!" "Kau cintakan dia sehingga tergadainya cinta kau terhadap yang Esa! Kau sedar tak!?" "Selama hari ni aku sujud pagi petang siang malam tapi apa yang aku dapat? Nothing!" "Mengucap Zara!!" Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya "Takdelah suci mana, same je macam perempuan lain, murah!" "Kau tahu tak, kau dengan iblis tiada beza, tempat yang selayaknya untuk kau adalah jahannam!" "Ya Allah! Aku bertaubat ya Allah, aku datang ya Allah. Aku datang kembali kepada Engkau ya Allah pandanglah aku semula ya Rabb. الله وحده يملك سعادتك، فلا تبحث عن السعادة وأنت بعيد عنها Hanya Allah lah yang memiliki kebahagianmu. Maka janganlah kau mencari kebahagian, sedangkan kamu jauh darinya. Start: 10.10.23 End: NO COPYWRITE❗❗ IDEA SERATUS PERATUS DARI KEPALA OTAK AUTHOR 🤭🥴 TIDAK TERKAIT DENGAN YANG MASIH HIDUP MAHUPUN YANG MATI
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Mutowifku Tersayang
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • Lelaki Itu Takdirku
  • 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐛𝐚𝐝𝐢 | 𝐎𝐆
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • 1/3 percaya x tidak cinta
  • Sumandak Si Jejaka Russia

Prolog Mekkah selalu punya cara membuat hati bergetar. Bukan hanya oleh lantunan adzan yang menggema dari Masjidil Haram, bukan pula oleh jutaan langkah yang berputar mengelilingi Ka'bah tanpa henti. Tapi oleh sesuatu yang tak pernah bisa dijelaskan-takdir yang Allah titipkan di antara doa dan air mata. Namaku Fadhlan. Aku seorang mutowif-memandu para tamu Allah yang datang dari berbagai negeri untuk menunaikan ibadah Umrah. Tugasku sederhana: membimbing mereka membaca niat, menuntun langkah mereka dalam thawaf dan sa'i, serta memastikan perjalanan ibadah itu lancar dan terjaga. Namun, dalam perjalanan yang lalu, tugasku berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Aku masih ingat saat pertama kali menatapnya. Seorang wanita muda, sederhana dalam balutan kerudung putih, tapi wajahnya memancarkan cahaya yang menenangkan. Senyumnya tipis, lembut, seperti doa yang dipanjatkan dalam diam. Ia datang bersama ibunya, meninggalkan ayah yang sedang sakit keras di tanah air. Namanya... Melati. Sembilan hari bersama rombongan Umrah seharusnya hanya meninggalkan kenangan singkat, sebagaimana biasanya. Tapi hari-hari itu menumbuhkan sesuatu yang berbeda. Sebuah perasaan yang anehnya, bukan mengganggu ibadahku, melainkan justru membuat setiap doa terasa lebih hidup. Namun, Allah punya cara sendiri menjaga rahasia-Nya. Ada kalanya doa yang kita panjatkan terasa menggantung di langit, tanpa jawaban. Ada kalanya cinta yang tumbuh justru diuji dengan jarak, waktu, dan keraguan. Dan aku... hanya bisa berserah. Kini setiap kali aku berdiri di hadapan Ka'bah, aku selalu mengingatnya. Wajah itu, senyum itu, doa-doanya. Entah di mana ia berada, entah bagaimana takdir menuliskannya. Yang kutahu, namanya tetap hidup dalam hatiku. Mutowifku tersayang... begitu ia pernah menyebutku dalam candanya. Sebuah panggilan yang sederhana, tapi cukup untuk membuat setiap langkahku terasa berarti.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti