Simulacroom

Simulacroom

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2026
Leo. 25 tahun. Mahasiswa S1 tingkat akhir. Belum lulus. Saat dirinya berpikir bahwa masa SMA lebih baik dari kehidupannya yang sekarang, pemuda itu terlempar ke "masa lalu" sebagaimana keinginannya. Namun, bukan kebahagiaan yang dia dapat, malah kemalangan yang bertubi-tubi. Di tengah harapannya untuk kembali ke "masa kini", dia bertemu dengan empat orang teman yang mengerti dirinya bagai cermin. Ash, pemuda maniak time travel yang langsung terikat pada Leo. Mona, gadis penyuka filsafat yang selalu mempertanyakan hampir segala hal. Starla dan Nova, si Kembar yang meyakini bahwa realitas tempat mereka berada hanyalah sekadar ilusi. Ketika Leo mulai mengenal keempat teman barunya, peringatan untuk kembali ke masa yang benar dan hitungan batas waktu yang terus mundur menerornya dengan berbagai anomali yang diakibatkan oleh konsekuensi "perjalanan waktu". Hanya ada satu cara untuk memperbaikinya sebelum seluruh anomali merusak tatanan kehidupan dan melenyapkan eksistensinya. Namun, ada satu masalah lain. Leo tidak tahu cara untuk kembali.
All Rights Reserved
#38
filsafat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Family My Doctor || JENO × JAEMIN✓
  • 1 VS 5 🔥
  • Change The Plot (Niel)
  • My Girl [Transmigration GL]
  • Shepherd Wizard
  • "Transmigrasi" (Noren)
  • Satu Pelukan || NCT 127
  • TOPING BUMI
  • KOST Heart2Hearts
  • Entwined by fate || BXB

DILARANG PLAGIAT!!! ❌ Beberapa visual cerita aku upload di TikTok & Instagram. Tapi buat trailer berdurasi panjang, aku taruh di YouTube ya! 🎬✨ [TAHAP REVISI] Lahir di keluarga penuh dokter, Jevian justru tumbuh sebagai ironi dari segalanya. Saat tangan-tangan keluarganya bisa menyelamatkan banyak nyawa, tubuhnya sendiri justru terus dihantui rasa sakit yang tak pernah benar-benar sembuh. Dia adalah anak bungsu di keluarganya yang selalu dijaga, tapi diam-diam merasa jadi beban. Bukan karena ia sengaja ingin jadi lemah, tapi karena tubuhnya tak pernah memberinya pilihan. Di tengah keluarga yang begitu sempurna, Jevian hanya ingin tahu: kenapa tubuhnya sendiri tak pernah benar-benar pulih? Kenapa sulit sekali untuk bisa sembuh dari penyakitnya? Ia merasa merepotkan, merasa sial, karena alih-alih bisa menjadi harapan dan kebanggaan keluarga, ia justru tumbuh sebagai beban yang terus disusahkan oleh tubuhnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines