Andaikan Waktu Itu

Andaikan Waktu Itu

  • WpView
    Reads 231
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jun 5, 2023
Erik mengalami masalah dalam pernikahannya dengan Rini saat memasuki tahun ke-10 pernikahan mereka. Saat semuanya semakin tak tertahankan, Erik bertemu dengan mantan kekasih sekaligus cinta pertamanya, Metta. Pertemuan ini membangkitkan sebuah pertanyaan pada diri Erik. "Bagaimana bila 12 tahun lalu, Erik tidak memilih Rini namun Metta?" DISCLAIMER: This story is R-rated (contained 18+ materials) This story is a work of fiction. Any similarity on characters, places, or events are purely coincidental Viewers' discretion advised
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STROBERI DAN KOPI
  • (TERBIT CETAK) Rasi Bintang di Titik Kulminasi
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • Wanita Kedua
  • "Waiting For Get Better"
  • Pernikahan Rahasia, Absurd dan Dadakan!
  • Rindro (SELESAI)
  • The Main Character (END)
  • Chasing Memories
  • Xless Marriage

[Season kedua dari : Do you remember your first cup of coffee] Bahwasanya setelah patah dan hancur lebur bersama kehilangan bertubi-tubi yang ia rasakan di masa lalu, sebuah luka amat besar masih menghuni hatinya. Medhya sadar bahwa hatinya tak siap menerima lelaki lain hingga ia menolak lamaran Akbarra Hadinata, yang bertahun-tahun menunggunya dengan sabar. Lalu, bagaimana bisa insiden penolakan itu justru berujung dengan pertemuan yang tidak terduga? Medhya tidak tahu, ini disebut karma atau kutukan. Yang manapun itu, sama-sama tidak menyenangkan. Sebab, ketika masa lalu yang menyedihkan itu datang, satu persatu luka Medhya yang telah sembuh kembali berlubang. Semuanya berantakan. Pertanyaannya, jika dulu lelaki itu menghancurkannya sedemikian rupa, apakah kali ini ia mampu menebus kesalahannya ; seperti apa yang ia janjikan? Atau justru, Medhya akan hancur lagi, lebih parah dari empat tahun lalu? "Sudah cukup main-mainnya. Sekarang, saatnya kamu kembali denganku, Zaline." Sialnya, Medhya masih berdebar-debar ketika menatap matanya yang kebiruan. Hati Medhya masih mendamba lelaki itu dengan sangat. Petaka. Benar-benar petaka. ❗Warning : bab 57-60 sudah dihapus. Bisa dibaca di karyakarsa jika berkenan. Terimakasih 🙏

More details
WpActionLinkContent Guidelines