We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tempat Tersendiri

Tempat Tersendiri

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, May 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka bilang, tidak semua hubungan harus memiliki nama. Dan Aksa serta Nara terlalu percaya pada kalimat itu. Berawal dari obrolan kecil yang selalu berhasil membuat hari terasa lebih ringan, keduanya tumbuh menjadi dua orang yang saling menemukan tempat pulang-meski tak pernah benar-benar saling memiliki. Mereka dekat, terlalu dekat untuk disebut teman, namun selalu gagal melangkah lebih jauh. Ada rasa nyaman, perhatian, dan cinta yang diam-diam tinggal di antara keduanya. Sayangnya, cinta saja ternyata tidak cukup. Di balik tawa dan percakapan larut malam, ada ego yang terlalu tinggi untuk mengaku lebih dulu. Ada gengsi yang membuat mereka sama-sama memilih diam, berharap satu sama lain bertahan lebih lama. Hingga pada akhirnya, lelah mengartikan hubungan tanpa kepastian, mereka memutuskan untuk saling melepaskan. Bukan karena sudah tidak saling cinta. Melainkan karena mereka sadar, beberapa orang memang diciptakan hanya untuk menjadi "tempat tersendiri" di hati seseorang-bukan untuk dimiliki selamanya. Namun, bagaimana jika setelah menjadi asing, perasaan itu tidak pernah benar-benar pergi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Clause of Us
  • Silent Traces by the Sea
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • ONESHOOT 21+
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines