Rajta Berlina Yanti

Rajta Berlina Yanti

  • WpView
    LECTURES 363
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., janv. 31, 2023
Brughh! Gue ngelihat Rajta yang terdiam. Menatap tas miliknya yang sudah beberapa kali terjatuh dari genggamannya. Perlahan air matanya berjatuhan. Seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tertahan di tenggorokannya. "Lo kenapa, Ta? Lo nggak papa kan? Tas Lo berat? Biar Gue yang bawain, ya?" tanya gue panik. Ia menggeleng pelan, mengusap air matanya. "Rin, tangan Gue..." "Tangan Lo kenapa?" "Tangan Gue mati rasa. Gue nggak bisa genggam apapun," ujarnya takut. Gue terdiam, menatapnya tak percaya. Seketika hati Gue kerasa sakit. Gue bahkan nggak ngerti kenapa air mata Gue mau jatuh. Tapi Gue nggak mau Rajta tambah panik. Dengan tegar, Gue ngusap rambutnya pelan. "Lo tenang aja, Ta. Seandainya Lo memang nggak bisa lagi bawa apapun, Gue siap jadi tangan Lo. Jangankan tangan, Gue siap kalo cuman untuk gendong Lo kemanapun Lo mau." ...... Pertama kalinya bikin yg tema persahabatan gini. So, kita terus terang aja, ya? Kalau nggak suka nggak papa, mau ngehujat juga nggak papa. Paling lu nya gue taruh di black list😎
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • AFIKA [ END✔ ]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Friendzone
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • ALEYA~~
  • Deep Wound
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • ALETA

Cantik, pemberani, labil dan memiliki anger issues. Seperti itulah Afika di mata orang-orang. Suara hentaman, pukulan serta erangan sudah tak asing lagi di telinganya. Semenjak ia kenal dengan seorang pria bernama Sean, entah kenapa tiba-tiba saja Afika dihadapkan dengan banyaknya masalah. Namun di sisi lain, masih ada sosok Afkar yang dikenal sebagai cowok dengan penuh rasa sabar, ia terus berada di samping Afika baik dalam keadaan suka maupun duka. Ah, kalau bukan karena berhutang budi, Afkar juga enggan berurusan dengan gadis itu. "From now and on, your being my girlfriend, ok? Gue nggak terima penolakan, titik." "Lo itu lebih dari apapun di hidup gue, Fik. Jadi gak usah aneh-aneh deh, atau gue bakalan cepuin hal ini ke Bokap lo?" "Stress, pokoknya gue stress kenal lo semua! Gue muak!!!"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu