Damar & Delia

Damar & Delia

  • WpView
    LETTURE 794,270
  • WpVote
    Voti 44,380
  • WpPart
    Parti 37
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, ago 17, 2025
Delia tahu bahwa mereka menikah hanya karena permintaan Ibu Damar. Namun Delia terlampau mencintai Damar sehingga tidak menolak ketika Ibu Damar memintanya untuk menikah dengan Damar. Delia tahu bahwa damar tidak mencintainya. Damar tahu bahwa menikahi Delia bukan keputusan benar. Permintaan sang ibu membuat Damar memilih mengabaikan perasaannya dan melamar Delia. Damar tidak tahu bahwa Delia mencintainya. Jangan Lupa Follow Ya!!
Tutti i diritti riservati
#857
pengacara
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Crazy Marriage
  • R E P E A T | Terbit
  • Bad Marriage[✓]
  • EDAMAME [TAMAT]
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Kekasih Terhebat (DIBUKUKAN)
  • Saat Cinta Harus Memilih (End)
  • May I Love You?
  • In A Rush (Selesai)
  • Merajut asa
  • Nikah Muda
  • Oh My Boss! [Sudah Terbit]
  • I love you, Mas Duda
  • Pengganti  [END]
  • Bad Husband |END|✓
  • The Sweet Vinegar (REPUBLISH)

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti