"Kenapa lo suka pantai?",tanya seorang gadis cantik berumur 13 tahun itu, yang ditanya hanya diam menatapi ombak dengan tangannya yang memegang kuas serta buku gambar, ia mulai menatap wanita disebelahnya.
"Gue ga tau, gue ngerasa tenang aja setiap kita kesini, lo bosen ya nemenin gue disini?"
pria itu menatap gadis disebelahnya yang sedang memandangi laut didepannya
"Engga ko, selama sama lo perginya gue ga akan pernah bosen, apapun yang lo suka gue juga akan coba suka itu" ucap gadis itu sambil tersenyum, pria itu mulai tertawa kecil sambil mengusap lembut rambut panjang yang tergerai sampai pinggang, lantas bertanya kembali
"Kenapa bisa gitu, ga semua yang gue suka harus lo suka juga gab",ucap pria itu sembari menatap langit sore
"Karena kita kembar, gue suka semua yang lo suka, lo suka hujan, pantai, wangi cat, dan gue juga suka semua yang lo suka" ucapan gadis itu membuat pria itu tersenyum lebih lebar
"Jangan pernah ninggalin gue ya, lo dunia gue, gue Cuma punya lo didunia ini, jangan pernah ninggalin gue dengan alasan apapun, gue bisa mati kalo lo ga ada"
Pantai, langit jingga, decitan dan rintik hujan serta bau cat lukis yang sudah lama dipakai menjadi saksi bisu betapa kejamnya dunia kepada gadis yang bernama Gabrielle Alexander Xier Atmadja...
" pantai tuh kenapa indah ya ka? " tanya asya menatap hamparan pasir pantai dan air yang menyatu.
" indah, tapi bisa bikin lo mati sya. " jawab ken menatap wajah asya dengan lekat.
" lo masih ngga suka pantai?" tanya asya menatap ken.
" ya, sampai kapanpun gue ngga bakal suka pantai. "
🥀🥀
"Hai, ini ceritaku. cerita yang menurutku paling seru dalam hidupku. Aku bertemu dengan seseorang yang entah kenapa sering membuat aku merasa bahwa duniaku ada pada dirinya. setiap kali aku bertemu, berbincang, bercanda, dan bahkan saat berbagi cerita pun aku merasa... dia orang yang selama ini aku cari cari. Dia yang jujur, apa adanya, sabar, dan yang terpenting dia tau cara menghargai seseorang. aku sering bercerita banyak hal dengannya, dari hal kecil maupun besar. Aku sangat suka dengan reaksinya, jujur tanpa menutupi apapun. Dia akan merespon sesuai dengan tema cerita yang aku beri.. Dan aku menyukainya. Entah sejak kapan aku menyukai lelaki itu. Dan entah sejak kapan pula aku mulai mengejar rasa itu, hingga sangat jauh. Sampai aku tau, ketika dia berbicara " aku gabaik buat kamu" , aku tahu dia mau yang terbaik buat aku..
so, ini ceritaku... "