Story cover for Sorrows by Hollograms
Sorrows
  • WpView
    Membaca 30
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 6
  • WpView
    Membaca 30
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 6
Bersambung, Awal publikasi Jan 26, 2023
"Kenapa lo suka pantai?",tanya seorang gadis cantik berumur 13 tahun itu, yang ditanya hanya diam menatapi ombak dengan tangannya yang memegang kuas serta buku gambar, ia mulai menatap wanita disebelahnya. 

"Gue ga tau, gue ngerasa tenang aja setiap kita kesini, lo bosen ya nemenin gue disini?" 
pria itu menatap gadis disebelahnya yang sedang  memandangi laut didepannya

"Engga ko, selama sama lo perginya gue ga akan pernah bosen, apapun yang lo suka gue juga akan coba suka itu" ucap gadis itu sambil tersenyum, pria itu mulai tertawa kecil sambil mengusap lembut rambut panjang yang tergerai sampai pinggang, lantas bertanya kembali

"Kenapa bisa gitu, ga semua yang gue suka harus lo suka juga gab",ucap pria itu sembari menatap langit sore

"Karena kita kembar, gue suka semua yang lo suka, lo suka hujan, pantai, wangi cat, dan gue juga suka semua yang lo suka" ucapan gadis itu membuat pria itu tersenyum lebih lebar

"Jangan pernah ninggalin gue ya, lo dunia gue, gue Cuma punya lo didunia ini, jangan pernah ninggalin gue dengan alasan apapun, gue bisa mati kalo lo ga ada"

Pantai, langit jingga, decitan dan rintik hujan serta bau cat lukis yang sudah lama dipakai menjadi saksi bisu betapa kejamnya dunia kepada gadis yang bernama Gabrielle Alexander Xier Atmadja...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Sorrows ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#824antagonis
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Tokoh Utama oleh MailaIsnaFadhea
21 bab Lengkap
" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.
BarraKilla oleh novaadhita
64 bab Lengkap
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
beach and you cover
Best Of Name (END) cover
Tokoh Utama cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Darrel My Bad Husband [Terbit] cover
BarraKilla cover
ICE BOY (SUDAH TERBIT)  cover
Misi Kalisa (End) cover
Bumi cover

beach and you

12 bab Lengkap

" pantai tuh kenapa indah ya ka? " tanya asya menatap hamparan pasir pantai dan air yang menyatu. " indah, tapi bisa bikin lo mati sya. " jawab ken menatap wajah asya dengan lekat. " lo masih ngga suka pantai?" tanya asya menatap ken. " ya, sampai kapanpun gue ngga bakal suka pantai. " 🥀🥀 "Hai, ini ceritaku. cerita yang menurutku paling seru dalam hidupku. Aku bertemu dengan seseorang yang entah kenapa sering membuat aku merasa bahwa duniaku ada pada dirinya. setiap kali aku bertemu, berbincang, bercanda, dan bahkan saat berbagi cerita pun aku merasa... dia orang yang selama ini aku cari cari. Dia yang jujur, apa adanya, sabar, dan yang terpenting dia tau cara menghargai seseorang. aku sering bercerita banyak hal dengannya, dari hal kecil maupun besar. Aku sangat suka dengan reaksinya, jujur tanpa menutupi apapun. Dia akan merespon sesuai dengan tema cerita yang aku beri.. Dan aku menyukainya. Entah sejak kapan aku menyukai lelaki itu. Dan entah sejak kapan pula aku mulai mengejar rasa itu, hingga sangat jauh. Sampai aku tau, ketika dia berbicara " aku gabaik buat kamu" , aku tahu dia mau yang terbaik buat aku.. so, ini ceritaku... "