Segaris Lengkung Manis

Segaris Lengkung Manis

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 10, 2023
Belum akhir, ini baru awal dari kisah baru Zara di umur 18 tahun. Hanya tinggal 1 langkah, namun terasa berat. Tapi tak lepas dari segala teori dari imajinasi melalui seseorang yang menjadi inspirasi tulisannya. Teori VII, Angin. Benar, Angin. Yang perginya dapat menarik Awan kemanapun ia pergi. Angin dijadikannya inspirasi dan semangat. Tak terlihat namun terasa, lewat namun mungkin hanya sementara. Tapi ini bukan soal "Angin". Tunggu, lalu bagaimana dengan Fadlan? Apa mungkin separuh kisahnya masih tertulis seketika? Atau kemudian menjadi teori terakhir Zara? ____________________________________ season 3
All Rights Reserved
#108
awan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Hottest Daddy [Hottest Series#3]
  • MENGEJAR AWAN
  • Relationshit
  • All Falls Down [COMPLETED]
  • TLS [1] : Somehow
  • Serumit Rasa (COMPLETED)
  • My Enemy Ayna
  • Paguyuban lima sekawan✔️
  • Ketua Kelas

[ SELESAI • Mature Romance 21+ ] *** "Oke," Dia menarik napas panjang. Wajahnya memerah ketika aku mengutarakan apa yang terjadi padaku. "Jadi, mau kamu apa?" Sekarang, aku mengenyit bingung mendengar pertanyaannya yang terkesan aneh. Memangnya apa yang aku mau selain dia menikahiku sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai seorang cowok? Kemudian dia menggeleng pelang. "Kalau kamu minta dinikahi, aku nggak bisa," ucapnya tegas. Membuatku sedikit terperangah. "Umurku masih muda dan nggak mungkin juga kalau aku nikahin kamu sedangkan aku belum punya kerjaan atau penghasilan sendiri. Emangnya kamu mau dibiayain apa sama aku dengan kondisiku yang sekarang?" "Aryan..." Aku sampai nggak bisa berkata-kata mendengar ucapannya barusan. Dia nggak mau menikahiku padahal sekarang aku tengah mengandung anak hasil perbuatan bodoh kami yang entah sengaja atau nggak, tapi dia mengeluarkannya di dalam. "Ini anak kamu, Ar." "I know right, Ayu," desahnya pelan. Sesekali mengacak-ngacak rambutnya dan menggeram penuh frustrasi. "Tapi, aku nggak bisa nikahin kamu, Ayu. Aku bisa tanggung jawab, tapi nggak dengan nikahin kamu." *** #3 Hottest Series

More details
WpActionLinkContent Guidelines