Selcouth; After Marriage

Selcouth; After Marriage

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 28, 2023
Menikahi seorang wanita dengan latar belakang keluarga yang cukup rumit lantas tak membuat Kaizen menggugurkan rasa cintanya. Justru itu semakin membuatnya memperlakukan sang Istri layaknya seorang Ratu. Segalanya akan Kaizen berikan, apa pun akan ia korbankan termasuk nyawanya jika diperlukan. Memiliki suami yang nyaris sempurna tiada celah, terkadang membuat Karla berpikir, apakah ia memang pantas untuk mendapatkan ini semua lantaran ketika mengingat keluarganya yang terpecah belah, tersulut rasa tidak yakin dalam dirinya. Apalagi saat menginjak usia pernikahan di tahun keempat, dirinya dan sang Suami belum juga dipercaya Tuhan untuk dititipkan si buah hati. "Kai, gimana kalau kita memang nggak ditakdirkan untuk punya anak? Kamu pasti sedih, ya? Aku tahu kamu sangat ingin memiliki anak. Maaf, aku nggak becus banget, ya, jadi istri kamu." "No, Sayang. Nggak masalah. Kalau ternyata kita memang nggak ditakdirkan untuk punya anak, gapapa. Nggak apa-apa banget. Aku nggak masalah sama sekali, yang penting kamu masih di sini, masih di sisiku, duniaku masih aman, duniaku masih baik-baik aja." []
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Wrong Turn, Embryo!
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Maaf, Cakra!
  • LYVARU
  • Istri Cadangan
  • Shadows of Love
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

"Kamu harus merencanakan kehamilan segera setelah menikah dan memiliki anak secepat mungkin." Yerin Fadhillah mengangguk tanpa gentar. Dia tahu-cinta tak pernah benar-benar jadi bagian dari kesepakatan ini. Dia menerima syarat itu tanpa ragu. "Kamu yakin bisa menjalaninya?" Suara pria itu dalam, nyaris berbisik, namun menyisakan gema yang menyayat. "Aku akan berusaha. Setiap hari. Sepenuh tenaga." "Ya, aku bisa melakukannya." Yerin berpikir bahwa dengan banyak usaha, seorang anak akan segera hadir diantara mereka. Dia berharap cinta suaminya akan semakin dalam ketika mereka memiliki anak. Dia percaya bahwa tidak akan ada lagi kehidupan yang sepi dan menyesakkan setelah mereka punya anak. Namun, harapan itu hancur lebur setelah dua tahun pernikahan mereka. "Maaf... dengan kondisi seperti ini, peluang untuk bisa hamil sangat kecil." Suara dokter tenang, seakan tak sadar dia baru saja menjatuhkan palu pada harapan terakhir Yerin. Saat itulah dunianya menjadi sunyi dan hening. Tak ada tangis.... Tak ada teriakan.... Hanya suara deru napasnya sendiri yang tidak teratur, tiba-tiba terasa terlalu berat untuk dilanjutkan. ISTRI SETELAH CINTA

More details
WpActionLinkContent Guidelines