WERE
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 11, 2023
"aku tak peduli apapun yang akan ku lakukan untuk mendapatkanmu, aku pasti akan mendapatkanmu!" Kata mahluk dengan tubuh cahaya itu memberikan sumpah pada alam semesta Cahaya itu tau.. beribu-ribu kehidupan yang mengerikan akan menyambutnya karena rasa cintanya yang membabi buta pada sosok jiwa yang ia 'khususkan' Akan tetapi.. apakah benar-benar hanya ada penderita di depannya? Dan apakah sosok 'khusus' itu benar-benar seperti apa yang si mahluk itu pikirkan selama ini? Perjalanan yang begitu panjang menunggu mahluk yang tak tau apa-apa tentang dunia Manusia yang begiru berliku-liku... Apakah mahluk itu bisa menangani semua tantangan di hadapannya?
All Rights Reserved
#3
dimensiontravel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Ravenwood's Last Omega
  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • Laut dan Langit

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines