We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SWEET ACCIDENT

SWEET ACCIDENT

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 29, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsroman
Awan tebal disertai angin kencang menerjang ibu kota sore ini. Rintik - rintik hujan mulai turun dan membasahi apapun yang dilaluinya. Di sebuah taman bermain, anak - anak dan orang tua berlarian menghindari hujan. Terkecuali seorang gadis kecil, netra matanya masih setia mencari bunga yang cantik untuk dibawa pulang. " aah..ssttt..." Gadis kecil yang awalnya fokus mencari bunga kini mendengar sebuah ringisan. Pandangannya mencari - cari dimana sumber suara tersebut. Lalu tepatnya di bawah sebuah pohon mangga ia melihat anak laki - laki yang terduduk dengan sedikit meringis kesakitan. Seketika ia berlari menghampiri anak laki - laki itu. " hei apa yang terjadi padamu?". Anak laki - laki itu tidak menjawab namun ringisan masih terdengar dari bibirnya terus menerus. Tatapannya tertarik pada lengan anak itu yang berdarah. Tanpa aba - aba ia langsung mengambil bando kain dikepalanya dan diikatkan pada lengan anak laki - laki itu supaya darahnya tidak terus merembes. " oke sudah selesai". Ucapnya dengan senyum manis. Anak laki - laki itu hanya termangu sambil menatap gadis kecil yang kini tersenyum padanya. "zeaa, ayo pulang keburu hujan derass..." teriak seorang wanita muda memanggil gadis kecilnya yang tidak pulang menjelang hujan badai. Masih dengan senyum dibibirnya gadis kecil itu berdiri dan menghampiri sang ibu. Kedua wanita beda usia tersebut berlalu keluar taman dengan sedikit berlari. Gadis kecil masih dengan rangkulan sang ibu menengok ke belakang dan melambaikan tangan pada anak laki - laki yang telah di tolongnya tadi. Anak laki - laki itu tersenyum tipis menatap seorang gadis yang masih melambaikan tangan padanya. " terima kasih " ucapnya terdengar lirih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • Pieces of Light
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Teruntuk Mia
  • PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN
  • Aksara Lingga
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • BROKEN HEART [END]
  • Liberosis
  • Dalam Rintik yang Sama

Lila percaya bahwa cinta mirip bunga. Ia tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Ia butuh waktu, kehangatan, dan keberanian untuk mekar di tengah dunia yang kadang terlalu dingin. Hidup Lila selama ini sederhana, tenang, seperti angin pagi di antara deretan bunga matahari yang menghadap ke timur. Sejak kecil, ia hidup berdampingan dengan warna-warni kelopak dan wangi tanah basah. Ia merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri-penuh kelembutan, tapi juga penuh kehati-hatian. Namun, ketenangan itu perlahan mulai retak ketika ia bertemu Arka. Arka datang seperti angin musim gugur: dingin, tak terduga, dan membawa sesuatu yang membuat dedaunan gugur satu per satu. Ia bukan pria yang datang dengan tawa lebar atau kata-kata manis. Ia hadir dengan sorot mata yang tajam, langkah yang berat, dan diam yang penuh rahasia. Lila bisa merasakannya-ada beban yang dibawa pria itu, sesuatu dari masa lalunya yang belum selesai. Pertemuan mereka terjadi begitu saja. Tanpa rencana, tanpa aba-aba. Arka sedang mencari bunga untuk seseorang yang telah tiada. Lila, seperti biasa, tengah menyusun rangkaian bunga mawar putih di toko kecil peninggalan ibunya. Tak ada yang istimewa, kecuali cara Arka menatap bunga seolah sedang berbicara pada sesuatu yang tak terlihat. Dan sejak saat itu, dunia Lila mulai berubah. Perlahan, kehadiran Arka menjadi bagian dari hari-harinya. Mereka tak banyak bicara, tapi diam mereka saling memahami. Lila menemukan kehangatan di balik dinginnya sikap Arka, dan Arka menemukan ketenangan dalam mata Lila yang jujur. Tapi cinta yang tumbuh di antara mereka bukanlah cinta yang mudah. Ia datang membawa ujian, luka lama, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu punya jawaban. Karena Arka tidak datang dengan hati yang utuh. Dan Lila bukan gadis yang bisa mencinta setengah-setengah. Mereka seperti dua bunga yang mekar di musim berbeda-saling mendekat, tapi takut layu sebelum waktunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines