Akara Sendu

Akara Sendu

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 31, 2023
Dua atma yang bertemu, menjalin hubungan hampir 3 tahun lamanya. Harsa untuk memecahkan keterbatasan kian menjolak. Bagaimana tidak? Bagaskara akan menyapa lusa nanti untuk menyasikan hari keistimewaan mereka, lalu, sisa harinya berbahagia memiliki buah hati. "Aku menunggumu di rumah sakit." Ucapnya dengan lirih Bak disambar petir siang bolong dengan teriknya mentari, ucapan itu membuat sang empu diam serbu kata. Bahkan, bahasa kalbu tidak mengeluarkan sepatah katapun Alih-alih hujan yang terus saja turun sesampainya di rumah sakit pun sudah disambut hangat oleh keluarganya yang tengah menunggu kabar dari dokter Dunia seakan memperlambat waktu untuk sekarang, pikirnya. Namun, dengan do'a yang terus dipanjatkan oleh semua orang yang berusaha untuk optimis, semua pemeriksaan berjalan dengan baik. Setelah menumpahkan banyaknya air mata, pada akhirnya Ia menunjukkan isyarat 'aku mencintaimu' dan, gerakan itulah yang akan selalu diingat oleh sang pangeran "Bunga itu kuberi nama Anindhita, seperti sebutan darimu untukku sebelum kamu pergi sangat jauh" Jangan pernah biarkan akara ini sendirian, aku akan terus ingin bersamamu. Tunggu aku, Tyas -Bhramono Agung Serava
All Rights Reserved
#178
pesan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit untuk Asa
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • DENTING  [Revisi]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Kelabu Asa
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Favorite Wound
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Home?

Setelah bertahun-tahun menunggu dan berharap, akhinya Angkasa pun dapat menerima kenyataan pahit bahwa dirinya di buang oleh keluarganya. Seperti nasehat Ibu Diana bahwa dia tidak boleh menjadi seseorang yang pendendam. Dengan melupakan mereka yang telah menorehkan luka menyakitkan di hatinya, Angkasa pun akhinya dapat melakukan hal tersebut. Dia mulai menjalani hidup barunya bersama Ibu Diana dan seluruh anak-anak panti. Hidupnya baik-baik saja. Angkasa tumbuh menjadi anak yang ceriah dan dapat di andalkan. Namun, semua berubah saat mereka yang telah Angkasa lupakan muncul dan meminta Angkasa untuk kembali tinggal bersama. Hidupnya kembali kacau balau dan luka yang sudah terlupakan itu pun kembali terasa menyakitkan. "KENAPA?! KENAPA KALIAN BARU DATANG SEKARANG?! KENAPA SETELAH 11 TAHUN KALIAN MEMBUANG SAYA DAN MEMBIARKAN SAYA TUMBUH SENDIRI DI SINI, KALIAN BARU DATANG SEKARANG?! TAK TAUKAH KALIAN BETAPA SULITNYA SAYA BERTAHAN TANPA ADANYA KALIAN?" Angkasa. "Jangan pernah lu mengaku bahwa lu keluarga gua, karena semua keluarga gua udah MATI! mereka semua sudah MATI sejak gua di tinggalkan di panti asuhan ini 11 tahun lalu!" Angkasa. "Enggak!! gua akan terus dateng ke sini! gua akan terus ganggu lu! gua akan terus paksa lo sampai lo bosen, samapi lo muak! sampai lo mau ikut gua pulang ke rumah dan tinggal bersama!" Langit. 6 MARET 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines