Story cover for Akara Sendu by 44nasss
Akara Sendu
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 30, 2023
Dua atma yang bertemu, menjalin hubungan hampir 3 tahun lamanya. Harsa untuk memecahkan keterbatasan kian menjolak. Bagaimana tidak? Bagaskara akan menyapa lusa nanti untuk menyasikan hari keistimewaan mereka, lalu, sisa harinya berbahagia memiliki buah hati.

"Aku menunggumu di rumah sakit." Ucapnya dengan lirih

Bak disambar petir siang bolong dengan teriknya mentari, ucapan itu membuat sang empu diam serbu kata. Bahkan, bahasa kalbu tidak mengeluarkan sepatah katapun

Alih-alih hujan yang terus saja turun sesampainya di rumah sakit pun sudah disambut hangat oleh keluarganya yang tengah menunggu kabar dari dokter

Dunia seakan memperlambat waktu untuk sekarang, pikirnya. Namun, dengan do'a yang terus dipanjatkan oleh semua orang yang berusaha untuk optimis, semua pemeriksaan berjalan dengan baik.

Setelah menumpahkan banyaknya air mata, pada akhirnya Ia menunjukkan isyarat 'aku mencintaimu' dan, gerakan itulah yang akan selalu diingat oleh sang pangeran

"Bunga itu kuberi nama Anindhita, seperti sebutan darimu untukku sebelum kamu pergi sangat jauh"

Jangan pernah biarkan akara ini sendirian, aku akan terus ingin bersamamu. Tunggu aku, Tyas

-Bhramono Agung Serava
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Akara Sendu to your library and receive updates
or
#200kucing
Content Guidelines
You may also like
[✔] AKSARASSA by lafasyaokta
78 parts Complete
[ TELAH TERBIT | PART MASIH LENGKAP ] "Tuhan memang satu, kita yang tak sama." - A. Darian Aksata "Tolong tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umat-Nya mencintai hamba-Nya?" - Jasmine Saras Alkaren "Aksa dan Saras hanya ditakdirkan untuk bertemu, bukan untuk bersatu, layaknya Istiqlal dan Katedral yang berdiri berhadapan, namun tak beriringan." - AKSARASSA ❃.✮:▹ ◃:✮.❃ ❃.✮:▹ ◃:✮.❃ ❃.✮:▹ ◃:✮.❃ Saras tak menduga bahwa ia akan terlibat dalam kasus rumit hanya karena menolong seorang lelaki culun tunawicara saat jam pulang sekolah. Saras pikir itu adalah kali terakhir ia melihat lelaki itu, tetapi ternyata tidak. Justru pertemuan pertama itulah yang mengantarkan keduanya pada pertemuan kesekian. Saras benci ketika dirinya tertarik untuk masuk ke dalam dunia penuh misteri milik sang lelaki. Namun, ia tak memungkiri bahwa ada di dalam sana justru lebih menyenangkan daripada di dunianya yang monoton dan penuh kepalsuan. Aksa, lelaki itu berhasil membawa Saras hingga ke puncak kebahagiaan. Derai tawa tak henti dielukan oleh gadis yang selalu memakai bandana merah di lengan kiri seragamnya. Hingga suatu ketika, Aksa tak lagi mampu menciptakan senyum di wajah Saras. Gadis itu dibuat gila akan kepergian Aksa yang tiba-tiba. Akankah mereka bertemu lagi di lain waktu? Atau mungkin pertemuan keduanya hanya sebatas semu? Start: 23/01/21 Finish: 04/07/21 Terbit: 27/11/21 A K S A R A S S A "Ketika Istiqlal mengharapkan Katedral." Copyright © 2021 by Lafasyaokta.
ADIKARA ELUSIF by blackcurrantbery
50 parts Ongoing
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
You may also like
Slide 1 of 10
DENTING  [Revisi] cover
[✔] AKSARASSA cover
Favorite Wound cover
Kelabu Asa cover
Lost Haven [END] cover
EverLasting Love [TAMAT] cover
ADIKARA ELUSIF cover
LDR cover
ROMANCE FROM HIGH SCHOOL cover
Betadine cover

DENTING [Revisi]

16 parts Complete

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺