Layla Dan Kehidupannya

Layla Dan Kehidupannya

  • WpView
    Reads 1,282
  • WpVote
    Votes 229
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 3, 2024
Kata orang, cinta pertama itu takkan pernah berhasil. Lantas, Layla bertanya-tanya. "Emang iya kalo cinta pertama ga akan bisa berhasil?" tanyanya dengan wajah polos di umur 11 tahun, saat akan menduduki bangku kelas 6 SD. Di umur 14 tahun, Layla sadar bahwa perkataan orang yang mengatakan cinta pertama (lebih pantas disebut cinta monyet) akan gagal ternyata benar. "Padamu aku pernah memimpikan hidup bersama, berjuang bersama, saling mengasihi sampai tua. Namun semesta tak sebaik itu mengizinkan. Ternyata ini adalah akhir dari kita." Tutur Gilang. Mendengar ucapan Gilang, Layla tertawa kecil. Apa katanya? Akhir? Apa yang sudah berakhir? Dari awal juga 'kan hubungan mereka tak pernah dimulai. "Salah. Lebih tepatnya, ini buntu. Aku dan kamu tidak pernah memulai hubungan apapun. Tolong jangan merasa tersinggung, kak. Sejak awal, aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kita. Meskipun perkataanku begitu, aku tetap bersyukur bisa mengenal dan melalui hari-hariku bersamamu. Jika Tuhan mengamini reinkarnasi, aku akan meminta pada Tuhan untuk membuatku jatuh hati lagi padamu. Selanjutnya, mari kita bertemu di kehidupan yang lain dengan keyakinan dan perasaan yang sama." balas Layla.
All Rights Reserved
#287
siswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • langit biru
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • DEAR LOVE
  • When Two Hearts Collide
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • KIARA [END]

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

More details
WpActionLinkContent Guidelines