We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bound by Possession

Bound by Possession

  • WpView
    Reads 158,828
  • WpVote
    Votes 3,313
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Notes!! book ini sudah direvisi dan wajib baca ulang ya biar gak bingung karena beberapa bab isinya berbeda dari sebelumnya. Terima kasih :) ________ Idihhh, udah gede masih nenen~ definisi Marvin si pria bongsor yang masih doyan netek, seperti saat ini contohnya. Mengusap halus kepala belakang Marvin. Sementara dirinya asik dengan tontonan nya. "Ada cerita apa hari ini disekolah?" Plop! "Hari ini Adek dihukum, ada cepu ngadu sama guru kalau Adek ngerokok." Cetak! Jiana menyentil dahi adiknya. Membuat Marvin meringis. "Kurang ahli kamu, masa ngerokok doang ketauan." Marvin mem-poutkan bibirnya. "Adek jago kok, tadi lagi sial aja." "Sial kok sering." Marvin makin cemberut, memasukan kembali puting pink itu lalu mulai menggigiti nya melampiaskan rasa kesalnya. Jiana meringis merasa sakit pada putingnya. Dengan cukup keras menggetok kepala adiknya. "Sakit, kalau putus tidak ada gantinya. Kau tidak bisa menyusu lagi." "Huaaaa Noona-" Nah, kan. Si bongsor kembali menangis, salah nya sendiri. _________ Ganti judul [not] My Little Brother - Bound by Possession Cover and all picture from pinterest. Published; 10Agustus2026 ©Imyourjie.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea [USAI/HIATUS]
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Clause of Us
  • ONESHOOT 21+
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines