Kenestapaan piatu

Kenestapaan piatu

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 5, 2023
Kerinduan anak terhadap sosok ibu sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang yang mengalaminya. Alkohol dan sebatang rokok menjadi pelampiasan gadis itu untuk mendapatkan kebahagiaan dikala hati dilanda gunda. Sebut saja nadia (nadia dwi malik) anak semata wayang dari tuan malik anas dan nyonya sartika sari. Nadia sendiri kini berumur 19 tahun, sekarang dia melanjutkan pendidikanya di Universitas Negeri Jakarta dengan jurusan Pendidikan Bisnis, yaa, Nadia sangat suka hal mengenai bisnis. . . "Nak mama mau arisan sama teman mama, nanti kalo ada bilangin yaaa... Soalnya dari tadi mama telpon gak diangkat", "iya mah, nanti nadia bilangin papa kok", "yaudah kalo gitu mama pergi dulu yaa nak, assalamu'alaikum", "waalaikumsalam". . . "Apaaa.....mama kecelakaan?Titttt......." . . Disinilah awal kehancuran dalam sejarah kehidupan Nadia gadis 19 itu.
All Rights Reserved
#113
piatu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • ELIZA
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Because I'm Stupid (End)
  • KALANDRA with ES [END]
  • Long Time Not Kiss You
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines