lips sound

lips sound

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 7, 2023
Bagaimana perasaan kamu ketika dirimu saja mengatakan bahwa kamu itu buruk dalam segala hal. Di dunia ini kamu seperti tak ada harapan bahkan tujuan tapi di lain sisi ada sekeping cahaya berharap dapat kamu gapai?. Rumit. Terlalu banyak berpikir membuat Billie gila, seakan-akan dia akan mengidap depresi saat itu juga. " Ha hahaha tuhan gue kenapa? " Kerutan berlipat di dahi Billie bersamaan dengan keringatnya bercucuran deras. Billie terduduk dengan linglung menatap nanar dalam kamarnya. Pikiran Billie kosong. Begitu berantakan kasur Billie bahkan jendela kamarnya pun belum terbuka sempurna, hingga angin pagi menyeruak masuk memenuhi udara sekitar. Lalu terdengar suara lirih Billie berucap " apa ada hal yang lebih baik dari kematian? " " Apa? Katakan..." " Tolong....." Setetes air mata keluar wajahnya terbenam dalam lipatan lutut hingga tangisan kencang tak dapat Billie tahan. Gadis itu meraung keras bahunya terguncang. Riak kesakitan begitu terasa Billie yang terlihat sok kuat akhirnya menyerah dia menangis mengatakan pada Tuhan atas segala penderitaan yang dialaminya. Billie mengadu.
All Rights Reserved
#217
tawuran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Love Melodies [END]
  • he is my lover
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • Choose A Way Of Life
  • THREAD OF DESTINY
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Restu Tuhan
  • The Antagonis Sister [Slow Update]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines