°°°
"Unaisah Humairoh"
Aku sering di panggil dengan sebutan 'Una'
aku sedang mencintai seseorang dalam diam dia seorang santri Ikhwan yang berhasil mencuri hati ku yang selalu membuat aku tersenyum kala mengigat namanya apapun tentang dirinya aku menyukainya
namanya adalah "Alif Rayyan" atau biasa di panggil dengan sebutan 'Alif' Dia Laki-laki yang sopan dan baik selalu menjaga pandangan Pendiem dan irit bicara, Sebenarnya tidak ada alasan untuk aku tidak menyukainya karena dia sangat mengagumkan di mata ku dia nyaris sempurna apapun yang dilakukannya aku menyukainya
***
Beberapa tahun kemudian
Aku terduduk di taman selepas pulang dari kampus sambil memandangi Senja yang akan hilang duduk di taman di kelilingi oleh bunga-bunga adalah sebuah hal yang aku sukai dan kemudian saat aku memandangi sekitar aku terdiam saat melihat seseorang yang sangat aku kenali
"Kak Alif"
seseorang tersebut Menoleh sa at namanya di sebut
kaget? tentu siapa yang tidak kaget melihat gadis yang pernah menghantui pikiran nya selama beberapa tahun yang lalu
"Una" Gumamnya dengan tidak percaya dengan cepat dia menundukkan pandangan
keduanya terdiam jarak keduanya hanya 3 meter dan hanya kursi taman yang memisahkan
"Abii, Una mau makan es krim" pekik seorang anak kecil sekitar umur 3 tahunan sambil berlari dengan wajah polosnya lalu memeluk kaki kak Alif
Una terdiam tak terasa cairan bening mengalir di pipinya tanpa di minta dadanya sesak dunia seolah berhenti sejenak Una hanya bisa terisak lalu pergi menjauh dari taman dengan perasaan 'hancur'
®®®
Tolong hargai penulis dengan cara Follow dan Vote komen sebanyak-banyaknya
Maaf jika typo masih bertebaran 🙏
Seseorang itu pun mendekat ke arah Layla, sambil menepuk bahu Layla ia pun menoleh dalam pikirnya siapa ni orang ko nepuk bahu aing kenal emang perang batin dia
"Siapa ya?" tanya Layla sopan padahal pengen ngegas
"Oh iya, kenalin RANGGA LANGIT BUMANTARA" ucap laki-laki yang memiliki nama Langit
"Salam kenal juga kak LAYLAWANTA ASTRALITA SENGKALA" balas Layla
"Kaka panggil kamu Awan boleh?" tanya lelaki itu
"Kalau begitu aku juga panggil kaka Langit ya" ikut Layla
"Lucu ya nama kita saling mebutuhkan Langit mebutuhkan awan untuk terlihat indah dan Awan membutuhkan langit untuk berlabuh" jelas Kak langit
"Iya ya aku ko baru sadar" sadar Layla
Pengen tahu kelanjutannya, ayo baca cerita ini
Maaf bila ada kesamaan nama tokoh,latar, jalan ceritanya
Ini murni dari otak saya sendiri🙏🙏🙏
Hampura
Jangan lupa berikan komentarnya ya
Happy reading☺️☺️