KOWILHAN : 2007

KOWILHAN : 2007

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 11, 2023
Kisah tiga sekawan yang tumbuh dalam dekap Kowilhan. Menjalani pilar-pilar hari dengan canda tawa mencipta warna di setiap sisi Syuhbrasta. Semesta begitu restu atas genggam erat persahabatan mereka, meski terlahir dari sudut kehidupan yang berbeda. "Katanya kalo kita gunting kuku, terus kukunya kita kumpulin di dalam toples, sebulan kemudian bisa berubah jadi kunang-kunang lho." -Tisa "Masa sih?"-Oliv "Oke bentar, aku ambil gunting kuku biar kita coba!"-Racky Riuh mereka kerap memecah nyanyian jangkrik di malam hari, dan siangnya menggeparkan amarah tetangga yang tak mampu lagi tutup telinga karena petualangan imajinasi mereka. Kisah ini begitu apik, sampai tibalah hari yang tak pernah disangka, "Selamat tinggal kowilhan.." Kalimat itu membungkus kisah ini, dan persahabatan hanya menjadi sebuah sematan berupa kenangan. Bagaimanakah kisah persahabatan mereka dan Kowilhan? Selamat membaca✨
All Rights Reserved
#67
anak-anak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • My Class
  • The Game
  • AMISTAD✅
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Promise
  • [Complete] Fate in Chains
  • janji kecil
  • Rival, Jadi Pacar?

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines