Tetangga Baru || ReyBay

Tetangga Baru || ReyBay

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2023
"Aakhhh akhirnya sampai rumah!" batin seorang remaja laki-laki. Bayu Ardiansyah, seorang remaja yang baru saja memasuki usia 17 tahun. Ia baru pulang setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-17 bersama teman-temannya. Dengan keadaan lelah, Bayu turun dari motor dan mengecek pintu samping rumahnya, terkunci. Tidak mungkin Bayu menggedor pintu, mungkin saja Bundanya sudah tidur, karena sekarang sudah menunjukkan pukul 01.30 malam. Akhirnya Bayu memilih duduk di kursi kayu yang terletak diteras samping tepat menghadap rumah yang sudah lama kosong. 'Tunggu!' kaget Bayu. 'Rumah itukan sudah lama kosong? Kok lampu lantai bawahnya hidup' batin Bayu, meski lampunya tidak terlalu terang, jelas yang Bayu lihat adalah cahaya lampu. 'Plak' Bayu benar-benar mulai merinding 'Suara tepukan?' batin Bayu, meski saat malam suara jangkrik lebih mendominasi tetapi Bayu masih dapat mendengar jelas suara tepukan. Bukan cuma sekali duakali, okey sekarang Bayu benar-benar merinding, ia hanya menunduk tidak berani menoleh. " Ya Allah, tadi hamba memang meminta hadiah ulang tahun dari-Mu, tetapi Ya Allah, jika hadiahnya berupa hal-hal yang menakutkan, hamba tidak apa-apa jika tidak diberi hadiah, hamba akan lebih bersyukur atas apa hamba berikan selama ini, jadi hadiah menakutkannya di cancel aja Ya Allah. Ampunilah hamba-Mu ini ya Allah." ucap Bayu berdoa dengan menutup mata, sembari menormalkan nafasnya yang sempat terengah karena takut. *** "Aneh" batin seorang gadis yang menatap keluar jendelanya, akhirnya gadis itu memilih untuk menyelesaikan kegiatannya yaitu memperhatikan si tetangga baru. *** (Potongan dari part 03 / ReyBay || 02) Jadi kalo baca bab awal ceritanya beda dengan deskripsi, mohon jangan di skip dan lanjut aja baca sampe ketemu bagian deskripsi di bagian part 03 :v By : Blekdi (Blackdiamond)
All Rights Reserved
#1
tetanggabaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • TAK BISA MELAWAN TAKDIR
  • Langit dan Cahayanya
  • MY LADDY BOSS  ||  HEERINA
  • RUMAH KOSONG || NCT DREAM X LUCAS
  • [END] He's Out Of The Script
  • Sistem banyak anak banyak berkah
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".

More details
WpActionLinkContent Guidelines