Reyna Azkia C.

Reyna Azkia C.

  • WpView
    Membaca 16,172
  • WpVote
    Vote 423
  • WpPart
    Bab 25
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 27, 2025
Bian tetap menatapnya dengan tajam, Nana merasa takut dibuatnya. "Kamu belum makan siang?!" Tanyanya lagi dengan nada dingin. "Ii.. ituuu... Tadi Nana...tadi itu..-" "Itu Apa?!" Bentak Bian seketika seraya mencengkram kuat lengan Nana. "Sshhh... Tadi Nana...Ke-ketiduran." cicit nya. "Bohong!!, Darimana kamu tadi siang?!" Bentaknya lagi mengintimidasi. "Hiks..hiks... Tadi Nana kerja khelompok hiks.." jawabnya dengan memegang tangan Bian yang masih mencengkeram lengannya. "Kerja kelompok dimana?! Jujur!!" Bentak nya lagi. "Di kos temen, hiks..Hiks.., sakit Ab-bhang hiks lepas hiks.." cicitnya menatap Bian memelas. "Cowok apa cewek temenmu?!" Tanyanya dengan sinis. "Cw..cowo..." Jawabnya pelan, seketika Bian semakin mencengkram nya dengan kuat, mungkin lengannya saat ini sudah biru. Nana menjerit seketika, "Aaarrrrgggh, sh..hiks sakit hiks... Abang lepas hiks.., ma-af hiks...hiks.." mohon nya seraya berusaha melepaskan tangan Bian dari lengannya. "Ngapain kamu di kos cowok, hah?! Udah berani ya sekarang main ke kos cowok, kalo kamu di apa-apain gimana hah?! Mau jadi cewek murahan kamu?!" Marahnya pada Nana seraya menampar pipinya pelan. Nana semakin menangis histeris seraya menatap Bian takut.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#462
hukuman
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Because ILY [Completed]
  • RAYAN ✔️ [TERBIT]
  • Arkan&kiara
  • COMPLICATED
  • Tissa untuk Aris [On Going]
  • "Friendzone"
  • Little friend (On Going)
  • Forever Friends ( End )
  • DAKSA [END]
  • IMDL

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan