RUMUS TERAPAN (kumpulan puisi)

RUMUS TERAPAN (kumpulan puisi)

  • WpView
    Reads 563
  • WpVote
    Votes 252
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 1, 2023
Kata pengantar Buku ini hanyalah sekadar penggabungan kata yang dipilih hingga membentuk sebuah kalimat yang sedemikian rupa dirangkum hingga menjadi sebuah puisi yang memiliki esensi. Sungguh tulisan ini selalu menjadi pengingat memori yang mungkin sudah hampir kusut karna termakan zaman yang mulai banyak tertimbun dari masa ke masa. Tentu semua ini berdasar dari kisah yang tergambar dan menjadi kata yang terumbar. Ini adalah naskah pertama yang saya publish dan semoga dengan ini akan lahir naskah-naskah berikutnya. Bagi saya puisi ini adalah sebuah pesan yang tidak memiliki tujuan hingga terkumpul menjadi beberapa halaman yang penuh dengan uraian. Hanya dengan tulisan, Saya selalu abadikan peristiwa tanpa perlu khawatir dengan keadaan. Ketertarikan pada sastra menjadikan saya lebih sensitif pada sebuah keadaan. Sastra (terutama puisi) memberikan saya sebuah media dalam menumpahkan emosi dan perasaan saya. Menulis adalah bagian yang tak terekspose dalam kepribadian saya. Tanpa ada sedikit pun yang menyadari baik dari para keluarga hingga sebaya. Saya sebenarnya sudah cukup lama mengendapkan sajak-sajak yang saya buat. Tetapi kali ini rasanya sudah waktunya untuk mempublikasikan karya saya. Doni A. Fernanda
All Rights Reserved
#12
sajakromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memori (End)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Rindu yang berjarak
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Lembut Seperti Doa
  • LELAH
  • Amelia
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • SIRNA
  • Mahligai Sunyi

Dulu sekali, sebelum kita berpisah Kamu selalu menjadi yang pertama yang kuingat setiap bangun tidur dipagi hari. Dulu sekali sebelum kita berpisah Wallpaper handphoneku menjadi candu sebelum aku tidur dimalam hari, wallpaper dengan wajahku yang tersenyum dan kamu yang berwajah aneh disebelahku. Dulu sekali, sebelum kita berpisah Aku selalu ingat wajahmu, wajah yang pernah kubuat tertekuk marah karena aku bercerita tentang pria lain. Dulu sekali, sebelum kita berpisah Kau selalu berhasil membuatku patah hati karena sangat banyak yang mengejarmu kala itu. Dulu sekali, sebelum kita berpisah Aku selalu ingat janjiku sepuluh tahun lagi, janjiku tak ingin mencintai pria lain selain kamu sebelum sepuluh tahun lagi. Sekarang, setelah kita berpisah Kamu tetap menjadi yang pertama. Wallpaper handphoneku tetap kamu. Wajahmu itu sudah memburam di ingatanku, sudah sangat lama hingga membuat memoriku ber-abu. Kau selalu membuatku patah hati ketika mengingat wanita mana saja yang mengejarmu dulu. Dan sampai sekarang, setelah kita berpisahpun, aku masih dijanjiku, aku belum mencintai pria manapun sekarang. Masih tetap kamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines