Black History

Black History

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 4, 2023
"Untuk kamu yang hidup tanpa nafas dan mati disambut pesta." -Tintahitam pada rasa sakit yang sudi berteman, luka yang rela tetap tinggal. Terimakasih, untuk tidak meninggalkan nya seorang diri. ----- "Lo cuma butuh istirahat...." Ternyata kalimat penenang itu malah membuatnya resah. Bagaimana jika dia sampai overdosis dan justru hidup lebih lama dalam kenyamanan yang terus ditawarkan. ----- Langkah kaki meninggalkan jejak kasat mata yang sulit dihapus dalam memori. "Apa lo bakal ajak gue untuk pergi?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Noda dalam Cinta
  • AMERTA : The Last Embrace
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • KIARA
  • Karena Kamu Rumahnya
  • You're Mine
  • Jika esok Tak Pernah Ada

Perihal hari itu, anggap waktu hanya bercanda. Waktu akan berjalan seenaknya tanpa dia tahu setiap seret yang dia tinggalkan selalu menggoreskan luka yang tidak semudah itu untuk disembuhkan. Ditengah hiruk pikuk kota yang tak pernah berhenti, Jeremy merasakan kekosongan dalam dirinya yang tak bisa terucap. Kehidupannya yang biasa biasa saja tiba tiba dihadapkan pada kehilangan yang menghancurkan. Dalam usahanya untuk menyembunyikan rasa sakit, Jeremy menemukan dirinya terjebak dalam labirin emosi yang gelap. Namun ketika cahaya harapan muncul dari sudut yang tak terduga, Jeremy harus memutuskan antara terus meratapi masa lalunya atau memberanikan diri membangun kembali kehidupannya yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines