Bukan Salah Rumah

Bukan Salah Rumah

  • WpView
    LECTURAS 153
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 21, 2025
"Aku punya rumah, tapi tidak dengan rasa nyamannya. Aku punya pasangan tapi tidak dengan hatinya." "Kalau bukan kamu, siapa lagi? Aku tau yang menyanyangimu tidak banyak. Setidaknya jadilah salah satunya yang mencintai dirimu sendiri." "Semua rasa Trauma, Self Hatred, bahkan Anxiety sudah lama mengakar dalam keseharian. Kalau masih bisa sembuh, maka aku mau itu. Kalaupun upaya ku habis, maka berteman dengan semua rasa sakitnya, aku mau." ♡ -Bukan Salah Rumah-Arti. -Hanya judul yang diubah yahh, biar lebih masuk ke alur cerita ajah:) Happy Reading♡ -Katarsaa.
Todos los derechos reservados
#205
orangtua
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hopeless
  • Zayyan's Different Life ✓
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Perjuangan ||Zayyan Xodiac||
  • Alisa's Story
  • Kisah Sepihak
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Devon [END]
  • Far From Home [TERBIT]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido