Menuju Tanpa Mu

Menuju Tanpa Mu

  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 24, 2024
Sebuah tulisan tentang bagaimana kita berjuang untuk menerima segala perasaan. Walau penuh dengan rasa duka, walau penuh dengan air mata. Sebab yang begitu sederhana, adalah sebab yang membuat kita berakhir luka. Selamat membaca, wahai para perih yang tak terencana.
All Rights Reserved
#498
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Words
  • Sebelum Luka
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Almost.
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Happy Is Bulshit
  • Bukan Kita D.A.N
  • Matahari Kecil
  • Reytara

Hanya gambaran perasaan yang coba dituangkan lewat tulisan. Tidak bermaksud menyinggung, melukai atau bahkan membawa luka lama dari masa lalu. Aku pernah mengalami, dan mungkin kau pun pernah. Kecewa, marah, terluka, sedih, benci, kehilangan, dikhianti, ditinggalkan, dicampakkan, semua hal yang membawa luka dalam. Mari kita ikhlaskan saja apa yang sudah terjadi. Terima saja, cobalah menjalani, disaat kau sudah terbiasa maka luka itu tidak akan terasa sesakit dulu lagi. Karena kau butuh kedamaian dan lembaran baru. Love yourself.

More details
WpActionLinkContent Guidelines