friends become friends [Ending]

friends become friends [Ending]

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 29, 2023
Meisya Ratu Anastasia, seorang remaja yang dibiarkan mencari kebahagiaan sendiri oleh kedua orangtuanya, dan di pertemukan dengan Tiana Asterla yang merupakan sahabat Meisya waktu Meisya anak baru di ponpes Raudlatul ulum. namun mereka merenggang ketika kedatangan dua santriwati baru yaitu Azura Khairunnisa dan Melinda Rahmadhani. awal mereka kenal Tiana masih biasa-biasa saja, namun lama kelamaan akhirnya mereka merenggang karena Tiana ingin bersahabatan dengan Melinda. dan Meisya pikir dengan cara sahabatan bertiga akan asyik namun ternyata Meisya yang seakan-akan jadi bahan pengganti ketika Melinda tidak ada di samping Tiana. masih penasaran sama kelanjutannya, langsung baca aja di wattpad. tiktok : canva.tamvan0 Instagram : xyzciva_ see you next time ☺️
All Rights Reserved
#13
prsahabatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • Takdir Cinta Aisyah
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • hati dan batin yg terluka
  • Catatan Zaakira
  • ISTRI RAHASIA GUS ADNAN : a big secret, puzzle the game
  • LIFE TO HEAL
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • HARBORED Feelings

Nura Yasraa Assyairii, gadis mungil dengan tinggi hanya 145 cm, kulit kuning langsat yang lembut seperti rembulan, dan sepasang mata hitam bulat yang memancarkan pesona tak terdefinisi. Ia adalah anak kedua dari keluarga yang kaya. Tumbuh di tengah kasih sayang dan harapan besar orang tuanya. Di balik senyum cerahnya, Nura menyimpan ribuan cerita,tentang prestasi yang membanggakan, juga tentang tingkah laku nakal yang tak pernah habis diceritakan oleh guru-guru dan teman sebayanya. Bersama lima sahabat karibnya : Naomi yang telah 10 tahun bersamanya, Arisha si yang tidak bisa menangis , Zunaira yang berani, Cyra si toxic , dan Malaika yang berfikir kritis. Nura menjalani hari-hari penuh warna. Persahabatan mereka terjalin erat seperti simpul tak terurai, tumbuh dari pertemuan yang tak disengaja menjadi ikatan yang tak tergantikan. Namun, dunia mereka tiba-tiba berubah ketika satu keputusan orang tua meruntuhkan kenyamanan yang telah mereka bangun keenam gadis ini harus tinggal dan menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren yang dikenal akan kedisiplinan, aturan ketat, dan hukuman yang tegas. Dunia yang asing, dunia yang tidak mereka kehendaki. Bukan tanpa perlawanan, mereka pun mulai berulah. Segala cara mereka tempuh untuk menunjukkan ketidaksetujuan dari keusilan kecil hingga kenakalan yang membuat para pengurus pondok geleng kepala. Namun, di balik kenakalan itu, tersembunyi jeritan hati anak-anak yang masih mencari jati diri dan tempat untuk dimengerti. Pondok pesantren bukan hanya tentang hafalan dan doa, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi diri sendiri. Apakah enam gadis ini akan mampu menerima takdir mereka? Mampukah persahabatan mereka bertahan di tengah cobaan dan aturan yang mengekang? Atau justru pondok ini akan menjadi awal dari lembaran baru dalam hidup mereka,tempat di mana mereka menemukan makna sejati dari kedewasaan, iman, dan persahabatan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines