PENYESALAN YANG TERLAMBAT

PENYESALAN YANG TERLAMBAT

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 4, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Dua minggu sebelum malam pergantian tahun, Yudhis mendengar kabar dari ibunya bahwa sahabat kecilnya ini mengalami kecelakaan. "E-eh.. kapan deh dia kecelakaan bun? Kok aku gatau sama sekali? ah kebiasaan banget deh tiba-tiba, masa hadiah ulang tahun ku gini..." Kabar tersebut membuat dia kaget dan sekaligus membuatnya sedih. Tinggal menghitung bulan saja umur Yudhis akan bertambah, Theo akan memberikan hadiah saat Yudhis ulang tahun nanti, tetapi umur sahabatnya yang telah diambil dahulu. Dia sudah hafal dengan tingkahnya. Entah dia pergi ke cafe di suatu tempat atau bahkan diajak langsung oleh ibunya. Karena dia seperti anak-anak yang berada di lampu merah, iya tidak memiliki tujuan mau kemana. Dia selalu saja keluar rumah. Katanya merasa bosan kalau di dalam rumah terus-menerus. "Yang bunda dengar sih.. katanya dia tertabrak oleh truk saat dalam perjalanan ke cafe yang dia suka itu" bundanya tahu kelemahan Yudhis. Jadi dia langsung mengusap surainya agar anaknya ini tidak menangis. copyright© HARIYUNHO, 2023 Hak cipta dilindungi undang-undang. Start: 29 Januari 2023 End: -
All Rights Reserved
#721
lokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Aku Dia Berbeda [END]
  • RAKAYASHA
  • Our Little Journey
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Ravenna || Sejeong X Doyoung [END]
  • 🔞Us - Min Yoongi x You (READER)✔🔞
  • Buku : Bumi untuk Kumara (Selesai)
  • Arrasya Brian A.

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines