Anonymo(us)

Anonymo(us)

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 4, 2023
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Tragedi Kebakaran gereja 11 tahun silam, Membuat Nathan terus merasa ia berada dalam terror mimpi 'For most of history, anonymous was a woman' Biibirnya memucat, pikirannya kalut, bingung. "Aku harus apa?" . Begitu batinnya. Sesak, kali ini bukan nafas, hatinya sakit sekarang. Otaknya benar-benar berusaha mencerna. Matanya Menahan tangis yang sepertinya siap tumpah. Tangannya hanya meraba barang penuh debu di depannya, mencengkram kuat, dan berusaha mendorong. Tapi tenaganya tak sebanding dengan air mata yang akhirnya jatuh melintas di pipi putih yang kini terlihat kusam. Bibirnya menggumamkan nama, perlahan badannya mulai jatuh, matanya ikut menutup. "Kalimat ini belum selesai kan Thar? Kenapa pergi sebelum ngelanjutin?" .
All Rights Reserved
#40
heesung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • The Foreigner Becomes His [END]
  • LET ME TO SORROW | Jay Enhypen
  • Lee Heeseung HAREM || ⚠️🔞 - Happy Ending/Sad Ending
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Keep HER CLOSE [✓]
  • Don't Be A Stranger [END]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines